alexametrics
28 C
Surabaya
Tuesday, May 24, 2022

Gaji Lebih Tinggi, Bangunkan Suami Ditendang Pakai Kaki

Karin ini benar-benar perempuan yang good looking. Wajahnya cantik, tutur katanya pun sopan. Tapi kalau sudah urusan ke suami, ia berubah jadi kasar.

Ginanjar Elyas Saputra – Wartawan Radar Surabaya

SIKAP Karin kepada Donwori tidak pernah ada sopansopannya sama sekali. Karena hal itu, wanita 33 tahun tersebut terpaksa ditalak cerai oleh suaminya, Donwori, 37 di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

Heran. Kok bisa ada istri bertindak seenaknya sendiri kepada suami. Kalau bukan Karin, siapa lagi. Mama muda ini berani terhadap suaminya karena sering meremehkan kalau penghasilan Donwori kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Masalah ini pun menjadi panjang sejak tahun 2019 lalu. Tak jarang keduanya terlibat pertengkaran. Rasanya sulit untuk damai. Berbagai jurus nasihat yang dimiliki Donwori rasanya tidak cukup mengatasi sikap sakarepe dewe Karin ini. “Pegel wesan. Mending cerai saja,” keluh Donwori.

Baca Juga :  Istri Cantik, Langsing, Manajer Bank, Donjuan Pilih Minggat

Lelaki kelahiran Surabaya itu mengeluhkan istrinya hampir setiap hari. Bagaimana tidak mengeluh, Karin setiap membangunkan Donwori, selalu tidak sopan. Bukan dibangunkan pakai cara lemah lembut. Dicium atau dirangkul, kek. Eh, ini malah pakai kaki. Lebih tepatnya ditendang.

“Sudah kayak pertandingan bola. Dipikir saya ini apa, bangunkan suami kok pakai kaki,” kata Donwori.

Kekesalan Donwori bukan hanya itu saja. Sebagai pemohon percerai talak, Donwori menjelaskan kepada hakim bahwa istrinya sering pergi tanpa pamit. Kalau pulang pun, sampai larut malam. Sebagai kepala rumah tangga, tentunya Donwori kesal melihat istri lalai dengan kewajibannya.

Selain itu, penyebab rumah tangga keduanya tidak harmonis yakni kurangnya komunikasi di antara mereka. “Saya pulang sore, kadang istri tidak di rumah. Saya mau ngobrol, juga jarang. Saya pulang langsung tidur karena istri tidak ada di rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Pamit Tugas Luar Kota, Ternyata Ndekemi Cemceman

Pada akhirnya semenjak Karin meninggalkannya selama empat bulan, Donwori memilih untuk menceraikan istrinya di PA Klas IA Surabaya. Donwori sudah tidak sanggup lagi dengan sikap istrinya tersebut. “Sudah cukup punya istri seperti Karin,” pungkasnya. (*/opi)

Karin ini benar-benar perempuan yang good looking. Wajahnya cantik, tutur katanya pun sopan. Tapi kalau sudah urusan ke suami, ia berubah jadi kasar.

Ginanjar Elyas Saputra – Wartawan Radar Surabaya

SIKAP Karin kepada Donwori tidak pernah ada sopansopannya sama sekali. Karena hal itu, wanita 33 tahun tersebut terpaksa ditalak cerai oleh suaminya, Donwori, 37 di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

Heran. Kok bisa ada istri bertindak seenaknya sendiri kepada suami. Kalau bukan Karin, siapa lagi. Mama muda ini berani terhadap suaminya karena sering meremehkan kalau penghasilan Donwori kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Masalah ini pun menjadi panjang sejak tahun 2019 lalu. Tak jarang keduanya terlibat pertengkaran. Rasanya sulit untuk damai. Berbagai jurus nasihat yang dimiliki Donwori rasanya tidak cukup mengatasi sikap sakarepe dewe Karin ini. “Pegel wesan. Mending cerai saja,” keluh Donwori.

Baca Juga :  Meski Cuma Selingkuhan, Posesifnya Mengalahkan Istri Sah

Lelaki kelahiran Surabaya itu mengeluhkan istrinya hampir setiap hari. Bagaimana tidak mengeluh, Karin setiap membangunkan Donwori, selalu tidak sopan. Bukan dibangunkan pakai cara lemah lembut. Dicium atau dirangkul, kek. Eh, ini malah pakai kaki. Lebih tepatnya ditendang.

“Sudah kayak pertandingan bola. Dipikir saya ini apa, bangunkan suami kok pakai kaki,” kata Donwori.

Kekesalan Donwori bukan hanya itu saja. Sebagai pemohon percerai talak, Donwori menjelaskan kepada hakim bahwa istrinya sering pergi tanpa pamit. Kalau pulang pun, sampai larut malam. Sebagai kepala rumah tangga, tentunya Donwori kesal melihat istri lalai dengan kewajibannya.

Selain itu, penyebab rumah tangga keduanya tidak harmonis yakni kurangnya komunikasi di antara mereka. “Saya pulang sore, kadang istri tidak di rumah. Saya mau ngobrol, juga jarang. Saya pulang langsung tidur karena istri tidak ada di rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiba-Tiba Tertutup, Ternyata Simpan Selingkuhan 

Pada akhirnya semenjak Karin meninggalkannya selama empat bulan, Donwori memilih untuk menceraikan istrinya di PA Klas IA Surabaya. Donwori sudah tidak sanggup lagi dengan sikap istrinya tersebut. “Sudah cukup punya istri seperti Karin,” pungkasnya. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/