alexametrics
29 C
Surabaya
Monday, May 23, 2022

Katanya Cinta Mati, Malah Kembali ke Istri Pertama

Pernikahan itu seperti obat, ada masa kedaluwarsanya. Jadi, jangan gampang percaya jika ada yang bilang ingin hidup selamanya dengan Anda.

LUKMAN ALFARISI/WARATWAN RADAR SURABAYA

Donwori nguber-nguber Karin sejak perempuan 26 tahun itu masih kuliah. Karin adalah salah satu dari belasan mahasiswi yang kos di rumah Donwori, di kaweasan Gubeng, Surabaya.

Saat itu, Donwori, 35, sudah punya istri. Tapi, memang belum dikaruniai anak meski pernikahan mereka sudah masuk tahun kedelapan. Singkat kata, Donwori cerai dari istrinya. Sejak saat itu, fokus perhatian Donwori mengarah ke Karin. “Perhatian-perhatiannya luar biasa. Mulai dari beliin nasi pecel sampe ngantar saya pulang ke Bojonegoro,” cerita Karin.

Awalnya Karin ngaku risih. Didekati bapak kos yang statusnya duda. “Amit-amit jabang bayi. Nggak pernah terlintas di pikiran saya didekati duda,” sambung perempuan bergigi gingsul itu.

Baca Juga :  Virus Corona Datang, Istri pun Ikut Menghilang

Dari risih rupanya benih-benih cinta bisa tumbuh. Karin mulai terbuka ke Donwori. “Awalnya diajak keluar, andok bakso. Lama-lama diajak nonton, dolan ke Malang atau sekadar ngopi di Pacet,” curhatnya.

Dari situlah mulai timbul rasa kangen di hati Karin jika lama tak ketemu Donwori. Sehari tak ketemu, Karin mulai mbingungi. “Akhirnya waktu Mas Wori menyatakan cinta, saya heeh saja. Apalagi saat ngajak nikah, saya sudah nggak nyemayani lagi. Padahal pacarannya belum lama, sekitar setahun,” kata Karin sambal ternyum malu.

Akhirnya Donwori pun menikahi Karin. Bapak kos menikahi anak kosnya, seperti yang ada di cerita-cerita novel maupun sinetron. “Tahun ini sebenarnya usia pernikahan kami yang kedua,” Karin mulai menampakkan wajah sendunya.

Baca Juga :  Bekerja untuk Bantu Pengobatan Ibu, tapi Dilarang Suami

Sayangnya, ultah pernikahan kedua tak bisa mereka rayakan. Karin lebih dulu mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya. “Ternyata Mas Wori ingin kembali ke istri pertamanya,” aku Karin.

Ditanya penyebab Donwori kembali ke istri pertama, Karin tak menjawab. Ia malah nangis sesenggukan sambil menutup matanya.  “Mboh Mas, aku wis gak kuat maneh urip ambek dekne,” pungkas Karin mengakhiri ceritanya ke Radar Surabaya yang menemuinya di PA Klas IA Surabaya, sepekan sebelum Lebaran lalu. (*/opi)

Pernikahan itu seperti obat, ada masa kedaluwarsanya. Jadi, jangan gampang percaya jika ada yang bilang ingin hidup selamanya dengan Anda.

LUKMAN ALFARISI/WARATWAN RADAR SURABAYA

Donwori nguber-nguber Karin sejak perempuan 26 tahun itu masih kuliah. Karin adalah salah satu dari belasan mahasiswi yang kos di rumah Donwori, di kaweasan Gubeng, Surabaya.

Saat itu, Donwori, 35, sudah punya istri. Tapi, memang belum dikaruniai anak meski pernikahan mereka sudah masuk tahun kedelapan. Singkat kata, Donwori cerai dari istrinya. Sejak saat itu, fokus perhatian Donwori mengarah ke Karin. “Perhatian-perhatiannya luar biasa. Mulai dari beliin nasi pecel sampe ngantar saya pulang ke Bojonegoro,” cerita Karin.

Awalnya Karin ngaku risih. Didekati bapak kos yang statusnya duda. “Amit-amit jabang bayi. Nggak pernah terlintas di pikiran saya didekati duda,” sambung perempuan bergigi gingsul itu.

Baca Juga :  Bekerja untuk Bantu Pengobatan Ibu, tapi Dilarang Suami

Dari risih rupanya benih-benih cinta bisa tumbuh. Karin mulai terbuka ke Donwori. “Awalnya diajak keluar, andok bakso. Lama-lama diajak nonton, dolan ke Malang atau sekadar ngopi di Pacet,” curhatnya.

Dari situlah mulai timbul rasa kangen di hati Karin jika lama tak ketemu Donwori. Sehari tak ketemu, Karin mulai mbingungi. “Akhirnya waktu Mas Wori menyatakan cinta, saya heeh saja. Apalagi saat ngajak nikah, saya sudah nggak nyemayani lagi. Padahal pacarannya belum lama, sekitar setahun,” kata Karin sambal ternyum malu.

Akhirnya Donwori pun menikahi Karin. Bapak kos menikahi anak kosnya, seperti yang ada di cerita-cerita novel maupun sinetron. “Tahun ini sebenarnya usia pernikahan kami yang kedua,” Karin mulai menampakkan wajah sendunya.

Baca Juga :  Virus Corona Datang, Istri pun Ikut Menghilang

Sayangnya, ultah pernikahan kedua tak bisa mereka rayakan. Karin lebih dulu mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya. “Ternyata Mas Wori ingin kembali ke istri pertamanya,” aku Karin.

Ditanya penyebab Donwori kembali ke istri pertama, Karin tak menjawab. Ia malah nangis sesenggukan sambil menutup matanya.  “Mboh Mas, aku wis gak kuat maneh urip ambek dekne,” pungkas Karin mengakhiri ceritanya ke Radar Surabaya yang menemuinya di PA Klas IA Surabaya, sepekan sebelum Lebaran lalu. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/