26 C
Surabaya
Tuesday, January 31, 2023

Mama Sibuk Jualan Online, Anak Tak Terurus

Pilih anak atau jualan online? Kami yakin beberapa sahabat online yang sudah bergelar ibu pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu. Lantas, apa jawaban kalian?

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Pernikahan Karin, 27, dengan Donwori, 31, harus berakhir gara-gara salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah. Karena mengandalkan keegoisan masing-masing, hubungan pasangan ini pun berakhir di meja hijau Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

Karin selama ini dianggap tidak telaten oleh mertuanya. Terutama untuk urusan merawat buah hati. Ketika anak membutuhkan perhatian ibunya, Karin malah sibuk dengan dunianya sendiri. Dunia online. Minimal itulah hasil pengamatan kedua orang tua Donwori. Karin dan Donwori memang masih tinggal di PMI alias pondok mertua indah.

Gara-gara ini, Donwori kena semprot mertuanya. Tidak sekali dua kali. Tapi, setiap hari. Bahkan sehari bisa tiga kali semprot kayak burung dimandikan. “Ujung-ujugnya, mama-papa nyuruh saya menceraikan Karin,” kata Donwori.  

Baca Juga :  Istri Syok, Pergoki Donjuan Masukin Kecoa di Air Minum Untuk Ritualnya

Mertua Karin tak mau cucunya gak keurus gara-gara mamanya sibuk jualan online. Karena, kesibukan Karin itu datangnya tak tahu diri. “Jualan online kan memang butuh waktu full. Ya itulah biang keroknya. Karin terlalu sibuk ngurusi jualan onlen, sampai lupa ngurus anak,” lanjutnya.

Yang bikin makin rumit, secara ekonomi, Karin sebenarnya tak kekurangan. Gaji Donwori tak pernah kurang untuk menghidupi istri dan anak semata wayangnya. Bahkan berlebih. “Saya izinkan Karin jualan onlen supaya dia punya kesibukan. Biar nggak sumpek di rumah. Lha ternyata kesibukannya itu keterusan sampai sekarang. Padahal,  dia kan harusnya tahu diri. Jadi ibu rumah tangga masih lebih penting daripada jualan onlennya. Eh kok malah nglawan. Katanya jualan onlen lebih penting dari semuanya. Termasuk saya maupun anak,” beber Donwori dengan emosi.

Baca Juga :  Senyam-senyum, Donjuan Ternyata Lagi Godain Teman Adik Ipar

Kalau Donwori pulang kerja, ia sering langsung marah melihat keadaan rumah. Anak masih belum mandi, nggak ada makanan di meja, rumah kotor dan sejenisnya. “Eh saya lhat Karin sibuk dengan handphonenya. Kalau gitu terus, lama-lama saya bisa darah tinggi,” keluhnya lagi.

Berbagai upaya komunikasi sudah dilakukan Donwori. Tapi, Karin tetap kekeh dengan jualan onlinenya. Sama-sama tak mau mengalah, akhirnya Donwori memilih bercerai. Eh, Karin ternyata juga tak keberatan. Akhirnya mereka pun kini jadi jamaah PA Klas IA Surabaya.  (*/opi) 

Pilih anak atau jualan online? Kami yakin beberapa sahabat online yang sudah bergelar ibu pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu. Lantas, apa jawaban kalian?

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Pernikahan Karin, 27, dengan Donwori, 31, harus berakhir gara-gara salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah. Karena mengandalkan keegoisan masing-masing, hubungan pasangan ini pun berakhir di meja hijau Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

Karin selama ini dianggap tidak telaten oleh mertuanya. Terutama untuk urusan merawat buah hati. Ketika anak membutuhkan perhatian ibunya, Karin malah sibuk dengan dunianya sendiri. Dunia online. Minimal itulah hasil pengamatan kedua orang tua Donwori. Karin dan Donwori memang masih tinggal di PMI alias pondok mertua indah.

Gara-gara ini, Donwori kena semprot mertuanya. Tidak sekali dua kali. Tapi, setiap hari. Bahkan sehari bisa tiga kali semprot kayak burung dimandikan. “Ujung-ujugnya, mama-papa nyuruh saya menceraikan Karin,” kata Donwori.  

Baca Juga :  Senyam-senyum, Donjuan Ternyata Lagi Godain Teman Adik Ipar

Mertua Karin tak mau cucunya gak keurus gara-gara mamanya sibuk jualan online. Karena, kesibukan Karin itu datangnya tak tahu diri. “Jualan online kan memang butuh waktu full. Ya itulah biang keroknya. Karin terlalu sibuk ngurusi jualan onlen, sampai lupa ngurus anak,” lanjutnya.

Yang bikin makin rumit, secara ekonomi, Karin sebenarnya tak kekurangan. Gaji Donwori tak pernah kurang untuk menghidupi istri dan anak semata wayangnya. Bahkan berlebih. “Saya izinkan Karin jualan onlen supaya dia punya kesibukan. Biar nggak sumpek di rumah. Lha ternyata kesibukannya itu keterusan sampai sekarang. Padahal,  dia kan harusnya tahu diri. Jadi ibu rumah tangga masih lebih penting daripada jualan onlennya. Eh kok malah nglawan. Katanya jualan onlen lebih penting dari semuanya. Termasuk saya maupun anak,” beber Donwori dengan emosi.

Baca Juga :  Tak Kuat Dikasari dan Diselingkuhi, Pilih Hidup Sendiri

Kalau Donwori pulang kerja, ia sering langsung marah melihat keadaan rumah. Anak masih belum mandi, nggak ada makanan di meja, rumah kotor dan sejenisnya. “Eh saya lhat Karin sibuk dengan handphonenya. Kalau gitu terus, lama-lama saya bisa darah tinggi,” keluhnya lagi.

Berbagai upaya komunikasi sudah dilakukan Donwori. Tapi, Karin tetap kekeh dengan jualan onlinenya. Sama-sama tak mau mengalah, akhirnya Donwori memilih bercerai. Eh, Karin ternyata juga tak keberatan. Akhirnya mereka pun kini jadi jamaah PA Klas IA Surabaya.  (*/opi) 

Most Read

Berita Terbaru