Tante korban Ambar Kristina mengaku pernah bertemu Roy di Jalan Penjaringansari di kawasan Rungkut. Waktu itu, kata Ambar, Roy seperti gugup dan badannya terlihat tidak bisa diam. Ambar bertemu Roy usai keponakannya itu dilaporkan hilang sejak 3 Mei 2023.
Kepada Ambar, Roy mengaku punya utang Rp 25 juta. Namun Roy tidak mengaku utang kepada siapa dan karena apa. Belakangan, Roy diketahui juga sudah punya keluarga.
Saat itu, ibu korban Anna Mariana juga sempat bertemu Roy. Namun keduanya tidak menyangka jika Roy yang mantan guru les musik korban di SMA itu yang telah merampas nyawa putri kesayangannya.
Anna mengaku saat itu Roy sempat minta maaf. Namun, tidak ada rasa penyesalan pada dirinya. "Kayak nggak ada rasa takut, nggak gemeter," jelas Anna saat ditemui di persemayaman jenazah Adi Jasa Jalan Demiak Surabaya.
Menurut dia, sebelum kejadian, seperti biasa putrinya Angeline pamit kuliah pada 3 Mei pukul 07.30. Korban mengemudikan mobil X-pander ke kampus. Mobil tersebut milik kakaknya. Angeline bilang kuliah paling lama pukul 11.00. "Katanya cuma satu mata kuliah tapi kok lama. Sampai malam tidak ada kabar. Saya jadi bingung," ujarnya.
Baru setelah 2x24 jam, Bambang, ayah korban melapor ke polisi pada 5 Mei. Kami banyak mendapat informasi dan salah satunya disuruh mencari Roy. "Temannya banyak memberitahu dan kasih informasi, saya kira cuma dibawa lari," ungkapnya.
Ia benar-benar shock setelah tahu putrinya dibunuh oleh Roy dan jenazahnya dibuang di jurang di kawasan Pacet Mojokerto. "Saya ingin pelakunya dihukum seberat-beratnya karena pembunuhan ini sudah direncanakan," ungkapnya. (gun/rek) Editor : Administrator