Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan, pihaknya mengerahkan 18 unit mobil pemadam termasuk dua unit Brontoskylif ke lokasi untuk memadamkan api.
Ia menyebut api pokok berhasil dipadamkan sekira pukul 13.41 dan dilakukan pembasahan hingga kondusif pukul 15.20. Sedangkan luas area yang terbakar sekitar 30 x 40 meter.
Akibat kebakaran ini, seluruh bangunan dipastikan runtuh. "Kami pastikan seluruh bangunan runtuh semua dari atas sampai bawah. (Bangunan) Samping terselamatkan, nggak ada perambatan," terangnya.
Saksi di TKP, Akbari mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30. Awalnya, dia sedang berada di kamar mandi. Tak lama kemudian, dia keluar dan mendengar suara teriakan kebakaran dari karyawan lain.
Sontak, Akbari lari menyelamatkan diri. "Saya baru keluar kamar mandi, tahu-tahu api sudah (berkobar) di atas membakar atap," ujarnya ditemui di lokasi, Rabu (5/4).
Pria 29 tahun ini menambahkan, karena tiupan angin kencang maka api semakin membesar. Para karyawan lalu keluar menuju ke halaman depan. Kebakaran ini kemudina dilaporkan salah satu karyawan ke Command Center (CC) 112. "Sebelum kebakaran, mati lampu tapi nggak ada ledakan," sebutnya.
Untuk lokasi kebakaran paling parah, Dedik Irianto menyebut di bagian tengah. Sedangkan api diduga muncul dari bagian atap belakang apotek. Lalu membakar kayu-kayu penyangga atap dan merembet mengenai barang yang ada di dalam apotek.
"Gedung induknya gedung lama terbuat dari kayu yang awet. Dugaan sementara (penyebab kebakaran) kemungkinan korsleting listrik. Nanti pastinya Tim Inafis dan Reskrim yang melakukan penyelidikan," tegasnya.
Penyelidikan Kebakaran
Manajer Bisnis Kimia Farma Dudi Abdurrahman menyebutkan, ada tiga ruangan yang mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Yakni ruang apotek, ruang praktik dokter dan laundry. Di bagian belakang ada kantor klinik namun aman tak tersentuh api. "Yang terbakar di apotek. Kalau total ruangan (ada) lima," ujarnya.
Menurut dia, saat kejadian, pegawai apotek sedang meracik obat. Tiba-tiba mereka melihat asap kebakaran dari plafon. "Yang bertugas ada 6 (orang) selamat semua. Tidak ada yang terluka. Shock saja. Kerugian dari asuransi yang akan menghitung," bebernya.
Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Ari Pranoto juga menegaskan jika tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Dugaan awal penyebab kebakaran karena korsleting listrik. "Penyebab pasti masih dalam penyelidikan Tim Inafis. Nanti perkembangan disampaikan," tandasnya.
Kimia Farma mengalihkan layanan kesehatan dan kefarmasian ke Apotek Kimia Farma terdekat yaitu di Jalan Raya Darmo, Jalan Arjuna dan Jalan Pandegiling Surabaya. (rus/jay) Editor : Administrator