Berdasar pantauan Radar Surabaya, Kamis (23/3) sore, terlihat seorang PKL masuk membuka stan di bekas reruntuhan lapak-lapak semipermanen. Pemkot berusaha mempercepat pembangunan agar PKL bisa berdagang kembali di belakang kampus B Universitas Airlangga itu.
Kabid Distribusi Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya Devie Afrianto mengatakan, pihaknya tengah melakukan upaya untuk percepatan penataan agar PKL bisa berjualan di bulan Ramadan ini. "Target kita bulan Ramadan ini sudah terpaving semua. Konsepnya terbuka. Setelah perataan selesai akan dilanjutkan dengan mendatangkan booth berupa kontainer-kontainer," kata Devie, Kamis (23/3).
Devie juga menyebutkan, pedagang yang sudah terdata 24 orang warga setempat. Pihaknya ingin mengubah stigma PKL menjadi pengusaha makanan dengan fasilitas yang memadai. "Kita belum bisa pastikan konsep SWK (sentra wisata kuliner) atau padat karya. Yang pasti, para pedagang bisa kembali berjualan. Itu target utama," ungkap Devie.
Sentra PKL tersebut selama ini memang terlihat kumuh. Karena itu, wajah kusam bangunan kayu itu dirombak oleh Pemkot Surabaya. Agar kawasan itu lebih enak dipandang dan nyaman. Selain itu, pemkot menyediakan lahan pembuangan sementara (LPS) serta gerobak sampah di tempat tersebut.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno mengatakan, puluhan PKL Srikana khawatir tidak bisa berjualan di lokasi semula. Karena itu, pihaknya meminta Dinkopdag Surabaya untuk memprioritaskan puluhan PKL yang lama. "Yang utama mereka bisa kembali berjualan saat bulan Ramadan," kata Anas.
Anas juga berharap kesadaran dari para PKL untuk menunggu proses pembersihan lahan yang akan dijadikan tempat berjualan. Selama bulan Ramadan ini mereka bisa jualan di lokasi lain. “Sekarang masih ada proses perataan tanah urukan. Nanti dipaving biar lebih nyaman dan indah," pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator