Bertempat di Halaman Balai Kota Surabaya, puncak acara SSC sangat meriah, para peserta 75 besar juga terlihat hadir. Meski Surabaya sejak siang diguyur hujan, tak menyurutkan semangat para peserta untuk memeriahkan awarding SSC. Bahkan mereka sudah datang sejak pukul 15.00.
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agus Hebi Djuniantoro, Kepala OPD lainnya di lingkungan Pemkot Surabaya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Surabaya, Lurah dan Camat se-Surabaya, RT dan RW peserta SSC 2022, Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiya, Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro dan perwakilan sponsor Lapis Kukus Pahlawan.
Kesuksesan perhelatan SSC 2022 memang tak lepas dari peran warga Surabaya untuk membuat lingkungan menjadi tertata rapi. Tak hanya itu, pergerakan ekonomi kerakyatan juga dimulai dari kampung. Pola hidup sehat dan bersih, serta potensi kampung juga telah digerakkan warga selama SSC 2022.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berterima kasih kepada seluruh warga Surabaya yang menjaga kampungnya. Ia juga berharap semangat peserta SSC 2022 tidak luntur. "Semoga perjuangan ini tidak luntur dan tetap berkelanjutan. Hadiah yang didapat juga bisa bermanfaat," kata Eri.
Bahkan di tahun depan, ia mengaku akan mengadakan lomba untuk kampung-kampung jawara SSC. Lomba itu nantinya yang dinilai adalah bagaimana RW bisa mengetahui kondisi lingkungannya.
"Yang dinilai adalah seberapa mengerti RW terhadap anak putus sekolah di lingkungannya. Kemudian persoalan gizi buruk, RW juga harus tahu. Dan seluruh RW juga diharapkan bisa memproduksi barang lokal atau dalam negeri," terang Cak Eri, sapaan akrab wali kota.
Dihadapan para peserta SSC yang hadir di Balai Kota, Eri juga berpesan kepada warga untuk menjaga keharmonisan, menjaga keamanan dan ketertiban agar Surabaya menjadi lebih baik. "Karena kehebatan Surabaya bukan dari wali kotanya, namun dari warga Surabaya," tegas Eri.
Dalam awarding tersebut juga diumumkan empat kategori. Masing-masing satu kategori terdapat 18 RW. Kategori tersebut yakni kategori Kesehatan Lingkungan dan Pekarangan Pangan Lestari, Partisipasi Masyarakat dan Keberlanjutan, Pengelolaan Lingkungan, serta kategori Potensi Kampung Wisata dan Ekonomi Kerakyatan. Mereka berhak menerima hadiah piala dan piagam serta uang Rp 15 juta bagi masing-masing kategori.
Selain itu, juara 1, 2, dan 3 SSC 2022, yakni Kelurahan Mojo RW 12 sebagai juara 1, Kelurahan Pagesangan RW 04 sebagai juara 2, dan Kelurahan Lakarsantri RW 04 sebagai juara 3, mereka juga mendapatkan hadiah piala dan piagam penghargaan serta uang Rp 50 juta untuk juara 1, juara 2 mendapatkan Rp 40 juta, dan juara 3 Rp 30 juta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, setelah SSC 2022 tidak berhenti begitu saja. Ada keberlanjutan yang sudah ada di dalam kriteria penilaian SSC 2022. "Kepada para pemenang ini bukan akhir perjalanan. Harus ada keberlanjutan," kata Hebi.
Untuk ke depan diharapkan ada pengurangan sampah (zero waste) di tiap-tiap kampung. “Karena zero waste merupakan goal (tujuan utama) sehingga pengurangan sampah yang masuk ke TPA Benowo bisa berkurang hingga 60 persen," imbuh Hebi.
Dalam SSC tahun ini juga dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan yang juga menjadi salah satu penilaian. Hebi menegaskan, dengan adanya SSC ini bisa mengurangi angka pengangguran dengan pemberdayaan warga melalui UMKM.
Hebi juga mengatakan, potensi kampung di Surabaya saat ini juga sudah mulai terlihat, sehingga perlu dikembangkan. "SSC ini menjadi semangat kita semua untuk menggerakkan potensi kampung masing-masing. Tidak ada lagi penggangguran. Benar-benar warga bekerja. Seperti halnya program padat karya," pungkasnya.
Jawara Kampung akan Dipantau dan Dilombakan
Pemenang Surabaya Smart City (SSC) 2022 telah diumumkan, Selasa (20/12) malam, di Halaman Balai Kota Surabaya. Meski sudah berakhir, keberlanjutan akan terus dipantau untuk menjadikan Surabaya lebih hebat lagi. Bahkan Pemkot Surabaya berencana menandingkan kampung-kampung jawara agar kepekaan warga kampung bener-benar ada.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku akan mengadakan lomba agar RW di kampung se-Surabaya lebih peka lagi. Lomba nantinya akan diikuti oleh jawara-jawara SSC dan Proklim. Sehingga mereka tidak lagi selesai begitu saja, namun ada keberlanjutan.
"Bagaimana RW bisa mengetahui kondisi lingkungannya. Yang dinilai adalah seberapa mengerti RW terhadap anak putus sekolah di lingkungannya. Kemudian persoalan gizi buruk, RW juga harus tahu. Dan seluruh RW juga diharapkan bisa memproduksi barang lokal atau dalam negeri," kata Cak Eri, sapaan akrab wali kota.
SSC 2022 bagi Eri menggambarkan Surabaya sebagai kota toleransi dengan saling membantu satu dengan yang lainnya. Ia juga mengaku selama road show sudah melihat lingkungan warga yang sudah baik, artinya sudah ada pembenahan yang masif dari setiap kampung. Meski demikian, ia juga akan mengumpulkan semua RT dan RW untuk berbicara dari hati ke hati agar keberlanjutan menjaga lingkungan terus dilakukan.
“Karena hari ini terpilih RT dan RW yang baru, nanti insyaallah akan kita kumpulkan lagi. Saya ingin bicara dari hati ke hati, Karena kekuatan Surabaya bisa jadi sejahtera, kalau artinya tahu warganya membutuhkan apa,” tutur Eri.
Sementara itu, Kesuksesan perhelatan SSC 2022 memang tak lepas dari peran warga Surabaya untuk membuat lingkungan menjadi tertata rapi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, setelah SSC 2022 tidak berhenti begitu saja. Karena menurutnya sangat mubazir ketika selesai SSC, kampung tidak menata lebih baik lagi. Potensi kampung bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi.
"Dengan adanya SSC ini bisa mengurangi angka pengangguran dengan pemberdayaan warga melalui UMKM. Saya lihat setiap kampung sudah banyak UMKM yang muncul. Ini menjadi semangat kami, Pemkot Surabaya untuk mengembangkan UMKM," kata Hebi.
Pihaknya memastikan akan memfasilitasi kampung ke depannya. Terutama dalam memanfaatkan fasilitas umum (fasum) di kampung. "Sebaiknya fasum yang ada bisa dimanfaatkan. Nanti tetap kami fasilitasi dengan menghubungkan dinas terkait apabila memerlukan," terangnya. (rmt/nur) Editor : Administrator