Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cegah Penyebaran Covid-19, ITS Evaluasi Perkuliahan Tatap Muka

Administrator • Rabu, 2 Maret 2022 | 17:02 WIB
KERUK SEDIMEN:  Pemkot kerahkan ekskavator untuk mengeruk sungai di kawasan mangrove Wonorejo yang terlalu dangkal dan sempit. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
KERUK SEDIMEN: Pemkot kerahkan ekskavator untuk mengeruk sungai di kawasan mangrove Wonorejo yang terlalu dangkal dan sempit. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Tak hanya pelajar jenjang SD hingga SMA saja yang dilakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM). Namun perkuliahan tatap muka atau offline juga terus dilakukan evaluasi. Seperti di  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah kembali menggelar kuliah  tatap muka.

Dengan masih diberlakukan PPKM Level 3 di Surabaya, ITS melakukan evaluasi penyelenggaraan kuliah offline agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 lebih luas di kalangan sivitas akademikanya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Adi Soeprijanto mengatakan, evaluasi ini dilakukan oleh delapan fakultas yang terdapat di ITS. “Dalam kegiatan evaluasi ini, terdapat beberapa fakultas yang masih memiliki kendala dalam penyelenggaraan secara hybrid,”ujarnya.

Perkuliahan offline  di ITS dilakukan sejak 7 Februari lalu. Namun, lanjut Adi, ITS telah melakukan beberapa upaya agar dapat mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sivitas akademikanya. Salah satunya adalah pengalokasian Wisma Bougenville ITS sebagai ruang isolasi mandiri (isoman) untuk warga ITS yang terpapar Covid-19.

Tak hanya itu, pimpinan ITS juga mengedarkan surat keputusan yang menyatakan perkuliahan harus diselenggarakan secara daring. “Namun, karena situasi ini bersifat dinamis, kami serahkan kepada pihak departemen untuk menentukan perkuliahan dilaksanakan secara hybrid atau daring,”terangngnya.

Meskipun protokol kesehatan (prokes) telah diterapkan dengan ketat oleh sivitas akademika ITS, masih terdapat beberapa kejadian yang menyebabkan penyebaran Covid-19 terjadi di lingkungan ITS. Salah satunya adalah terjadinya pengumpulan mahasiswa di beberapa tempat saat akan mengikuti PTM seperti Gedung Tower ITS 1, Gedung Unit Penyelenggara Mata kuliah Bersama (UPMB), dan Gedung Subdirektorat Koordinasi Perkuliahan Bersama (SKPB).

Menurut laporan dari beberapa satuan petugas (Satgas) Covid ITS, banyak petugas yang kewalahan dalam mengatur mahasiswa yang berkumpul di lingkungan ITS tersebut. Tak hanya itu, masih banyaknya ruang kelas yang belum dibuka, menyebabkan banyaknya mahasiswa yang kumpul di satu tempat.  ia menjelaskan terdapat beberapa departemen yang akhirnya harus menerapkan penutupan sementara karena penyebaran Covid-19 yang rumit tersebut.

Di antaranya adalah Departemen Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Kimia, Teknik Informatika, dan beberapa departemen lainnya. “Penutupan sementara tersebut dilakukan oleh beberapa departemen selama lima hari,” papar guru besar Teknik Elektro ini.

ITS telah menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh dosen yang mengajar secara hybrid atau pun daring di lingkungan ITS, seperti wi-fi di setiap departemen, penyediaan kamera tracking, papan pintar, dan beberapa fasilitas lainnya. Namun, masih terdapat dosen yang kesulitan dalam menggunakan fasilitas tersebut. Sehingga, perlu disediakan teknisi yang dapat membantu dosen dalam mempersiapkan perkuliahan secara hybrid maupun daring.

Walaupun masih terdapat beberapa kasus penyebaran Covid-19 yang kompleks saat ini, ITS terus berupaya keras untuk meningkatkan fasilitas maupun performa satgas dalam mendukung para sivitas akademika ITS. Baik secara pendidikan, keamanan, dan kesehatan. “Kami semua berharap pandemi ini segera berakhir. Sehingga, perkuliahan di ITS dapat kembali berjalan dengan baik,” pungkasnya. (rmt/rak) Editor : Administrator
#its #Evaluasi Kuliah Offline #Kuliah TAtap Muka #Kuliah Daring