Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Soenoto mengatakan, selama ini SB menerapkan pembayaran dengan botol plastik dalam bus. Namun, ke depan pembayaran dengan botol plastik harus ditukarkan terlebih dahulu ke pos penukaran. Lokasi penukaran ada di aplikasi Gobis.
"Tetap bisa bayar pakai botol. Tapi pembayaran langsung di dalam bus dengan botol ditiadakan per 1 Mei. Agar bus lebih nyaman dan tidak numpuk banyak botol di dalamnya," kata Soenoto, Senin (28/2).
Selain menggunakan botol plastik, pembayaran SB juga dengan cashless atau nontunai. Penumpang tidak perlu menyediakan uang tunai. “Lebih efisien dan sederhana,” katanya.
Menurut Soenoto, sistem pembayaran untuk bus Trans Semanggi Suroboyo (TSS) juga tidak memakai sampah atau botol plastik. Hal ini yang membedakan dengan Suroboyo Bus yang sudah beroperasi sejak April 2018. Penumpang bisa memilih pembayaran dengan sampah atau uang Rp 5.000.
"Jadi, kami tidak akan mengambil sedikit pun keuntungan tarif Trans Semanggi. Sebab, bus ini hibah dari Kemenhub RI," tuturnya
Nantinya tarif Trans Semanggi akan diatur melalui peraturan menteri. Tarifnya Rp 3.000 untuk umum serta Rp 2.000 untuk pelajar. “Pembayarannya tidak pakai uang cash, melainkan e-money," pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek