Sebanyak 104 armada Trans Semanggi Suroboyo akan melayani enam koridor. Koridor 1 (Terminal Purabaya ke Tanjung Perak via Jalan Raya Darmo), koridor 2 (Lidah Wetan-Karang Menjangan-ITS), koridor 3 (Purabaya-Kenjeran via MERR), koridor 4 (GBT-Unesa-Mastrip), koridor 5 (Benowo-Tunjungan), koridor 6 (Purabaya-Unair Kampus C).
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Suharto mengatakan, Trans Semanggi Suroboyo ini merupakan paradigma baru transportasi massal di tanah air. Selama ini berlaku sistem angkutan penumpang atau sistem wajib setor kepada juragan.
“Buy The Service ini para operator dibayar dengan menggunakan rupiah per kilometer. Jadi, begitu roda menggelinding, berapa kilometer sesuai SOP yang ditetapkan," kata Suharto.
"Rencananya, tarif para pelajar jauh dekat Rp 2 ribu dan penumpang umum Rp 3 ribu,” jelasnya.
Bus Trans Semanggi Suroboyo dilengkapi CCTV untuk memonitor para penumpang, termasuk gerak-gerik pengemudi. Apabila pengemudi lalai atau tidak menjalankan SOP, maka akan mendapat penalti. "Kami pastikan bus itu nyaman," katanya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Bus Trans Semanggi Suroboyo itu merupakan kebanggaan bagi Kota Surabaya karena dipercaya oleh Kemenhub RI untuk menjalankan BTS ini. Ia juga berkomitmen untuk terus mengembangkan transportasi massal yang aman dan nyaman.
“Inilah salah satu jawaban dari transportasi massal yang aman dan nyaman itu,” kata Wali Kota Eri.
Menurut dia, bus-bus itu akan beroperasi mulai 1 Januari 2022 untuk satu koridor dulu. Yakni Jalan Raya Lidah Wetan-Karang Menjangan-ITS. "Yang lain akan menyusul," katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek