Pemerhati sejarah Nur Setiawan mengatakan, asal mula bahasa Suroboyoan berawal dari bahasa pencampuran dari daerah lainnya. Karena Surabaya merupakan kota transit sehingga perbendaharaan bahasa paling banyak didapat dari kawasan pelabuhan.
"Jadi awalnya dari bahasa percampuran karena Surabaya kota transit. Sering disinggahi orang dari berbagai daerah sekitar abad 17 hingga 20," katanya.
Menurut dia, dalam intonasi dialek Surabaya lebih menekan dan keras karena awal mula penduduk pesisir atau pelabuhan yang banyak menerima dari daerah luar pulau yang transit. "Ya sama penekanan dialeknya juga terbawa juga," terangnya.
Dialek ini mengembang dan digunakan oleh sebagian penduduk Surabaya dan sekitarnya. Secara struktural bahasa, bahasa Suroboyoan bisa disebutkan sebagai bahasa paling kasar. Meskipun demikian, bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih digunakan oleh sebagian orang Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas orang lain.
"Bahasa Suroboyoan ini sudah biasa digunakan sebagai bahasa sehari-hari dan penuh keakraban," pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek