BEBEK Sinjay menjadi salah satu makanan khas dari pulau Madura yang paling dicari saat ini. Penikmatnya pun bukan hanya masyarakat pulau garam, melainkan juga dari berbagai daerah di Nusantara.
Generasi kedua pemilik Bebek Sinjay, Yanuar Ariyanto menceritakan, mulanya usaha kuliner ini dirintis oleh kedua orantuanya, Moh Sholeh dan Ibu Muslihah, sebagai pemilik asli brand Bebek Sinjay.
Usaha yang kini punya banyak cabang itu berawal dari warung sederhana. Pada tahun 2002, warung ini menyediakan berbagai menu makanan untuk para sopir truk yang melintas di Bangkalan.
"Dulu menunya banyak, salah satunya ya bebek ini. Mereka cocok dengan masakan Umi (panggilan untuk Ibu Muslihah, Red). Ternyata yang paling favorit adalah menu bebek ini,” terangnya.
Menurut Yanuar, dulu menu bebek yang dijual masih bebek basah. Belum bebek goreng. Bebeknya masih direbus saja dengan bumbu sedap racikan Umi. “Umi dapat masukan kalau bebeknya digoreng lebih nikmat. Akhirnya, kami menuruti apa kata konsumen dan hasilnya tambah banyak yang suka," terangnya.
Selain itu, lanjut Yanuar, banyak yang merekomendasikan untuk membuat sambalnya menggunakan sambal pencit atau mangga muda. "Ada beberapa pelanggan minta untuk dibuatkan sambal pencit. Karena pencit Madura kan enak," ujarnya.
Sambal pencit ini merupakan olahan dari buah mangga kweni, cabai keriting, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, terasi, gula dan garam serta minyak panas ini begitu menggoyang lidah pelanggan.
Sejak itu, pada tahun 2004, keluarga Yanuar memutuskan untuk berjualan bebek dan ayam goreng dengan sambal pencit. Kini, makanan khas pulau garam ini begitu banyak diminati orang dan terkenal baik di Madura terutama dari luar pulau garam.
Rasanya yang gurih, empuk dan renyah dengan bumbu rempah lengkap dengan sambal pencitnya membuat penggila kuliner bebek rela menyeberangi lautan melewati jembatan Suramadu demi memuaskan seleranya.
Kini, warung pinggir jalan ini telah menjadi sebuah rumah makan yang populer keberadaannya. Buka setiap hari mulai pukul 06.00 pagi dan tutup pukul 14.00 siang yang akhirnya diperpanjang hingga pukul 17.00, dalam sehari, Warung Bebek Sinjay bisa menjual ratusan ekor bebek.
Apalagi semenjak dioperasikannya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura lebih cepat, semakin mempermudah para pecinta Bebek Sinjay untuk menikmatinya.
"Dengan adanya Jembatan Suramadu, pengiriman bebek juga bisa lebih cepat dan bisa dilakukan dalam beberapa shift," ujarnya. Dampak lainnya, cabang-cabang Bebek Sinjay semakin menjamur di Surabaya dan sekitarnya.
Sebagai Kota Metropolitan di Jawa Timur, Surabaya menjadi pasar yang potensial bagi usaha Bebek Sinjay. Cabang Bebek Sinjay di Surabaya tersebar di sudut-sudut kota. Bahkan tidak hanya di Surabaya, Bebek Sinjay kini juga hadir di kota-kota lain di Jawa Timur seperti di Sidoarjo, Gresik, Malang dan Jember.
Bahkan saat ini dengan adanya aplikasi pesan antar makanan GoFood, dinilai Yanuar sangat membantu dan menguntungkan. Rata-rata dalam satu hari, pihaknya mampu meraup omzet Rp 10-15 juta dari penjualan melalui aplikasi GoFood dalam satu cabang saja.
"Ini mempengaruhi penjualan. Sekarang kan tidak semua orang mau jalan sendiri dan beli sendiri. Zamannya sudah berubah," ujarnya. Selain itu dengan aplikasi GoBiz dinilai bermanfaat bagi owner resto kuliner.
"Kalau ada menu yang habis atau ada perubahan harga, bisa langsung diubah sendiri. Tidak perlu lapor, tentu sangat tidak merepotkan," imbuhnya. (cin/jay)
Editor : Administrator