Program Sidoarjo Peduli Sungai (SPS) resmi di-launching di halaman kampus Universitas Ma'arif Hasyim Latif (Umaha), Desa Ngelom, Kecamatan Taman, Sabtu (11/11) pagi. Sebanyak 1.600 relawan turun ke sungai untuk membersihkan sampah. Tidak terkecuali Bupati Sidoarjo Saiful Ilah beserta jajaran forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain Abah Saiful, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, Dandim 0816 Letkol Inf Fadli Mulyono, Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan, Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito, dan Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro juga ikut membersihkan sungai. Mereka terbagi dalam dua perahu. Sampah yang mengapung di sungai diambil dengan kayu dan dimasukkan ke dalam karung.
Bupati yang akrab disapa Abah Saiful menyebutkan, kegiatan bersih-bersih sungai bersama merupakan salah satu upaya pencegahan banjir. Sebab selama ini penyebab utama banjir adalah sungai yang penuh sampah.
Kepala BPBD Sidoarjo Dwijio Prawito menambahkan, kegiatan bersih-bersih sampah di sungai ini membawa dampak yang cukup besar. Tanggung jawab dan kepedulian akan timbul. "Sehingga mereka bisa peduli terhadap lingkungan sendiri," katanya.
Setelah di-launching, kegiatan bersih-bersih sungai ini akan dilanjutkan dengan roadshow ke tujuh kecamatan lain. Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, program SPS ini untuk menghilangkan kebiasaan buruk membuang sampah di sungai. "Selain pemerintah, masyarakat juga berperan penting dalam mencegah banjir," ujar Sigit. (nis/rek)
Editor : Lambertus Hurek