Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Program Beasiswa PAUD dan TK di Surabaya Masuk dalam Anggaran, Sasaran 7.900 Siswa

Dimas Mahendra • Senin, 9 Maret 2026 | 11:25 WIB

BANTUAN: Program beasiswa untuk PAUD dan TK masuk dalam anggaran Pemkot Surabaya. Beasiswa ini akan diberikan pada keluarga miskin.(ILUSTRASI/RADAR SURABAYA)
BANTUAN: Program beasiswa untuk PAUD dan TK masuk dalam anggaran Pemkot Surabaya. Beasiswa ini akan diberikan pada keluarga miskin.(ILUSTRASI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Program beasiswa bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) dari keluarga miskin di Surabaya dipastikan telah masuk dalam anggaran pemerintah kota (Pemkot) Surabaya tahun 2026. Program ini disiapkan untuk membantu ribuan anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan usia dini.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mengatakan, anggaran program beasiswa tersebut telah dialokasikan sekitar Rp 5 miliar pada tahun ini. Dana tersebut disiapkan untuk menyasar sekitar 7.900 anak PAUD dan TK di Kota Surabaya.“Sudah masuk (anggaran). Sekitar Rp 5 miliar dengan sasaran sekitar 7.900 siswa,” kata Ajeng.

Ia menjelaskan, penerima beasiswa diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan pra miskin. Penentuan penerima akan mengacu pada data kesejahteraan masyarakat yang telah dimiliki pemerintah. “Harus sesuai desil 1 sampai 5. Jika di atas itu maka tidak sebagai penerima,” ujarnya.

Dalam mekanisme penyalurannya, bantuan ini menurut Ajeng tidak diberikan langsung kepada orang tua siswa, melainkan melalui lembaga pendidikan tempat anak tersebut terdaftar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak.

Teknis pelaksanaan program tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2026. Melalui regulasi tersebut, pemerintah kota mengatur mekanisme penyaluran hingga pengawasan penggunaan dana bantuan pendidikan bagi anak usia dini.

Meski demikian, Ajeng mengingatkan agar pelaksanaan program ini benar-benar memperhatikan ketepatan sasaran. Ia meminta pendataan penerima mengacu pada data dari Dinas Sosial agar bantuan diberikan kepada keluarga yang memang membutuhkan.

“Jangan sampai salah sasaran, berdasarkan data Dinsos,” tegas perempuan yang menjabat sebagai ketua Fraksi Gerindra itu.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah kota melakukan pendekatan aktif kepada keluarga miskin yang memiliki anak usia 2 hingga 6 tahun tetapi belum terdaftar di lembaga pendidikan mana pun. Upaya ini dinilai penting agar program beasiswa dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Jemput bola untuk gakin dan pragakin yang memiliki anak usia 2–6 tahun yang belum tercatat di lembaga apa pun supaya mau memanfaatkan beasiswa PAUD,” ujarnya.

Program beasiswa ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan anak usia dini di Surabaya sekaligus mendorong lebih banyak keluarga kurang mampu menyekolahkan anaknya sejak usia dini. Pendidikan pada usia tersebut dinilai penting sebagai fondasi pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. (dim/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#paud #syarat #Penerima #anak #tk #sasaran #di surabaya #komisi d #pemkot #terbaru #berita surabaya #berita surabaya hari ini #siswa #program #pemkot surabaya #dprd surabaya #beasiswa