RADAR SURABAYA – Situasi kawasan Timur Tengah masih memanas. Tensi tinggi itu menyusul serangkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap fluktuasi harga energi global, terutama potensi kenaikan harga minyak dunia.
Isu pemblokiran Selat Hormuz turut menjadi perhatian karena berisiko mengganggu distribusi energi internasional dan berdampak langsung pada harga BBM serta kebutuhan pokok.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun bergerak cepat mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi daerah.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dan menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait situasi global.
Ia menambahkan, terdapat imbauan agar perjalanan luar negeri yang tidak mendesak dapat ditunda sementara dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan dinamika global yang berkembang.
Di sisi lain, Wali Kota Eri mengatakan bahwa potensi ancaman inflasi telah dibahas berulang kali bersama seluruh pemangku kepentingan di Surabaya.
Pemkot Surabaya akan memantau perkembangan dan skala kenaikan harga hingga pekan depan sebagai langkah antisipatif.
Editor : Nofilawati Anisa