Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Oase Ramadan di Masjid Pemuda Konsulat, Tempat Semua Orang Bisa Berbuka Gratis

Rahmat Sudrajat • Jumat, 20 Februari 2026 | 20:08 WIB

Warga saat mengantre makanan berbuka puasa di Masjid Pemuda Konsulat Surabaya.
Warga saat mengantre makanan berbuka puasa di Masjid Pemuda Konsulat Surabaya.

Program sosial Masjid Pemuda Konsulat Surabaya sediakan ratusan porsi makanan berbuka dan sahur gratis setiap hari selama Ramadan.

RADAR SURABAYA – Menjelang waktu berbuka puasa di awal Ramadan 1447 Hijriah, kawasan Kali Kepiting, Surabaya, tampak lebih ramai dari biasanya.

Ratusan warga berbondong-bondong menuju Masjid Pemuda Konsulat untuk mengantre takjil dan makanan berbuka puasa yang dibagikan secara gratis.

Program makan gratis ini tidak hanya menyediakan hidangan berbuka, tetapi juga menu sahur bagi masyarakat yang membutuhkan.

Warga yang datang berasal dari berbagai wilayah di Kota Surabaya, termasuk mahasiswa, pekerja harian, hingga warga sekitar masjid.

Sediakan Hingga 400 Porsi per Hari

Wakil pengasuh Masjid Pemuda Konsulat, Ramadhan Surohadi, menjelaskan bahwa pada awal Ramadan pihaknya menyiapkan sekitar 250 porsi makanan dan takjil untuk berbuka, serta 150 porsi untuk sahur.

“Target saat berbuka puasa 250 porsi. Mungkin ini awal Ramadan, karena banyak yang masih berbuka bersama keluarga.

Kemungkinan mulai Senin bisa ramai, kami siapkan sampai 300–400 porsi untuk buka dan sahur,” ujarnya, Jumat (20/2).

Secara keseluruhan, setiap hari masjid menyediakan minimal 300 hingga 400 porsi makanan. Saat azan Magrib berkumandang, para jemaah terlebih dahulu menikmati takjil berupa buah, gorengan, kurma, dan minuman segar.

Setelah melaksanakan salat Magrib berjamaah, barulah mereka menyantap hidangan utama dengan urutan yang telah ditentukan.

Terbuka untuk Semua Agama

Ramadhan menegaskan bahwa program ini terbuka untuk siapa saja tanpa memandang latar belakang agama maupun golongan.

“Bebas tanpa melihat golongan dan agama. Yang penting ada urutan. Sebelum makan harus salat dulu.

Perempuan didahulukan, baru laki-laki. Kalau ada sisa, kami persilakan untuk dibungkus. Jadi tidak ada makanan yang dibawa masuk kembali,” jelasnya.

Menu yang disajikan pun bervariasi setiap hari. Salah satunya soto ayam yang dibagikan pada Kamis sore. Pihak masjid berupaya menyajikan makanan dengan prinsip gizi seimbang.

“Insyaallah kami mengedepankan konsep empat sehat lima sempurna,” tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dapur masjid memasak sekitar 12 hingga 13 kilogram beras setiap hari untuk berbuka puasa. Sementara untuk sahur, jumlahnya sekitar setengah dari porsi berbuka karena jumlah penerima lebih sedikit.

Jumlah Penerima Terus Meningkat

Menurut Ramadhan, jumlah masyarakat yang memanfaatkan program makan gratis ini terus meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut menjadi motivasi bagi pengurus masjid untuk terus menjaga konsistensi pelayanan.

“Kami berharap dengan adanya program ini, kami sebagai manusia bisa lebih pandai bersyukur, mengingat setiap pemberian, dan semakin taat beribadah tepat waktu,” tuturnya.

Tidak hanya saat Ramadan, Masjid Pemuda Konsulat juga rutin menyediakan makan siang gratis setiap hari di luar bulan puasa sebagai bagian dari program sosial kemasyarakatan.

Bantu Mahasiswa dan Perantau Berhemat

Salah satu penerima manfaat, Andra, mengaku telah mengikuti program ini sejak Ramadan tahun lalu. Mahasiswa yang tinggal seorang diri di Surabaya itu merasa sangat terbantu dengan adanya layanan makan gratis.

“Sudah tahun lalu saya ikut. Hari pertama puasa kemarin juga sudah menikmati buka gratis di sini,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut membantu menghemat pengeluaran selama Ramadan.

“Lumayan, kalau puasa begini bisa menabung untuk nanti pulang ke kampung halaman. Mumpung ada yang gratis untuk buka dan sahur,” katanya.

Program makan gratis di Kali Kepiting ini tidak hanya menjadi solusi bagi warga yang membutuhkan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup, inisiatif seperti ini menjadi oase bagi masyarakat yang ingin menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani biaya konsumsi harian.(rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#kali kepiting #sahur #Masjid Pemuda Konsulat #buka