Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tiga Kawasan Chinatown di Surabaya untuk Rayakan Imlek

Muhammad Firman Syah • Senin, 16 Februari 2026 | 09:26 WIB

Meriah : Deretan lampion merah menghiasi bangunan bergaya Tionghoa di kawasan Pecinan Surabaya menjelang perayaan Imlek.
Meriah : Deretan lampion merah menghiasi bangunan bergaya Tionghoa di kawasan Pecinan Surabaya menjelang perayaan Imlek.

RADAR SURABAYA – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menghadirkan suasana khas di Kota Pahlawan. Lampion merah menghiasi kawasan Pecinan, aroma kuliner Tionghoa menguar dari penjaja makanan, sementara pertunjukan barongsai menjadi hiburan yang dinanti warga.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati atmosfer Imlek, terdapat tiga kawasan Chinatown di Surabaya yang dapat menjadi pilihan untuk merayakan momen tersebut bersama keluarga maupun sahabat.

1. Kya-Kya Kembang Jepun
Kya-Kya Kembang Jepun menjadi ikon Pecinan Surabaya yang paling dikenal. Setiap menjelang Imlek, kawasan ini tampil semarak dengan deretan lampion merah dan ornamen bernuansa oriental.

Baca Juga: Hongbao Sehat Tahun Baru Imlek: Ketika Tradisi dan Edukasi Kesehatan Bertemu di Pinggir Jalan Surabaya

Saat malam hari, suasana semakin hidup. Pertunjukan barongsai dan hiburan jalanan kerap digelar untuk menyambut pengunjung. Selain itu, Kya-Kya juga identik sebagai pusat kuliner. Beragam hidangan khas Tionghoa seperti bakpau dan kue keranjang dapat ditemukan di sini, berdampingan dengan kuliner lokal. Setelah direvitalisasi pada 2022, kawasan ini kembali menjadi magnet wisata, terutama saat perayaan Imlek.

2. Kapasan Dalam (Kampung Kungfu)
Berada di Kecamatan Simokerto, Kapasan Dalam menawarkan nuansa Pecinan yang lebih historis. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu permukiman Tionghoa tertua di Surabaya, dengan gang sempit dan bangunan lama yang masih terjaga.

Baca Juga: Potensi Banjir Rob Saat Bulan Baru, Pesisir Surabaya Diminta Waspada Jelang Imlek dan Ramadan

Di kawasan ini berdiri Kelenteng Boen Bio, klenteng berarsitektur khas Tiongkok yang sarat simbol budaya. Menjelang Imlek, dekorasi dan kegiatan budaya turut meramaikan lingkungan sekitar. Selain wisata sejarah, pengunjung dapat menikmati mural bertema kehidupan masyarakat Tionghoa tempo dulu serta berburu kuliner khas setempat.

3. Tambak Bayan
Kawasan Pecinan di Tambak Bayan, wilayah Alun-Alun Contong, Bubutan, juga menjadi alternatif destinasi Imlek. Kampung ini telah berdiri lebih dari satu abad dan masih dihuni masyarakat Tionghoa hingga kini.

Baca Juga: Awal Libur Panjang Imlek 2026, KAI Daop 8 Surabaya Layani 42 Ribu Lebih Pelanggan, Naik 25 Persen

Struktur kampung yang padat dengan gang kecil serta bangunan lama menjadi ciri khasnya. Kehidupan sosial di Tambak Bayan dikenal harmonis karena masyarakat hidup berdampingan dengan berbagai suku. Menjelang Imlek dan Cap Go Meh, kawasan ini biasanya menggelar perayaan meriah dengan atraksi barongsai dan sajian kuliner tradisional, menghadirkan suasana yang lebih intim dan kental dengan tradisi. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#imlek #Kampung Kungfu #chinatown #Kya Kya Surabaya #tambak bayan