Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bocah Empat Tahun Disiksa Paman dan Bibi di Bangkingan Surabaya, Diduga Sudah Alami Kekerasan Selama Tiga Bulan

M. Mahrus • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:20 WIB
Polisi menunjukkan kamar kos tempat korban tinggal bersama paman dan bibinya. AQ alias KR, disiksa hingga rambutnya botak.
Polisi menunjukkan kamar kos tempat korban tinggal bersama paman dan bibinya. AQ alias KR, disiksa hingga rambutnya botak.

RADAR SURABAYA - AQ alias KR, bocah empat tahun yang disiksa paman dan bibinya diduga sudah mengalami kekerasan sejak bulan November 2025. 

Aksi kekerasan itu dilakukan UF, 30, dan SA, 23, di dalam kamar kos yang ada di Jalan Bangkingan III RT 03 RW 01, Kelurahan Bangkingan, Lakarsantri.

Diduga kekerasan yang dilakukan paman dan bibi itu dilakukan dengan memukul menggunakan tangan kosong. Mulai dari dipukul di bagian wajah, tangan dan dijambak rambut korban.

"(Dugaan kekekerasan) sejak November 2025. Korban tinggal di kos itu bertiga (dengan paman dan bibi)," kata Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari, Minggu (15/2).

Melati menegaskan, untuk orang tua korban masih ada. Namun statusnya sudah cerai. Ayahnya berinisial DP warga Gubeng Klingsingan. Sementara ibunya, NH, 25, warga Petemon Sawahan. "Orang tuanya cerai. Ada bapaknya kerja di Gresik," ucapnya.

Sementara salah satu tetangga kos, Istiqomah menyebutkan korban KR pernah dijatuhkan dari pagar rumah kos oleh pamannya pada bulan November 2025.

"Anaknya diangkat ke pagar, pegangan di pagar (tembok) terus tangannya dilepaskan akhirnya jatuh ke situ (lahan kosong)," terangnya.

Setelah terjatuh bukannya ditolong, korban malah ditinggal keluar rumah kos oleh paman dan bibinya.
Korban kemudian ditolong oleh tetangga dan warga sekitar. Sebab tetangga kaget sudah malam korban berada di lahan kosong seberang pagar tembok kos.

"Anaknya ditanyain warga kenapa main di sini sudah malam. Dia bilang aku nggak main, aku dibuang sama ayah (paman)," bebernya.

Dijelaskan Istiqomah, belakangan ini memang korban sering di dalam kamar kos dan cenderung tidak pernah keluar.

Selama dua bulan terakhir korban sering menangis malam hari. Diduga korban mendapatkan tindakan kekerasan di dalam kamar kos oleh paman dan bibinya. (rus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bibi #surabaya #balita dianiaya #kamar kos #paman #bangkingan