Surabaya – Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersiap melepas lima ekor komodo hasil pengembangbiakan ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelepasliaran dilakukan setelah satwa endemik Indonesia tersebut dinyatakan lolos tahapan breeding serta pemeriksaan kesiapan hidup di alam liar.
Direktur Operasional dan Umum Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Nurika Widyasanti mengatakan, pelepasan komodo menjadi bagian dari tanggung jawab lembaga konservasi dalam menjaga keberlanjutan populasi satwa dilindungi itu di habitat aslinya.
“Saat ini ada beberapa komodo yang memang kami siapkan untuk diusulkan restocking ke habitatnya, baik di Pulau Komodo maupun Flores,” ujar Nurika, Minggu (08/02).
Baca Juga: Satu Korban Tragedi Kapal Wisata yang Tenggelam di Labuan Bajo Ditemukan di Perairan Komodo
Ia menjelaskan, lima komodo tersebut telah melalui seleksi ketat. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, usia, hingga kemampuan bertahan hidup secara alami. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan satwa benar-benar siap dilepas ke alam bebas.
Keberhasilan breeding komodo di KBS, lanjut Nurika, menunjukkan fungsi lembaga konservasi berjalan optimal. Hingga kini, puluhan komodo dari berbagai rentang usia tercatat sebagai hasil pengembangbiakan di KBS.
“Kami telah melakukan breeding terhadap kurang lebih 80 ekor komodo, dengan usia rata-rata remaja hingga dewasa,” tegasnya.
Baca Juga: Inilah Alasan Komodo Dijuluki The Last Dragon on Earth
Nurika menambahkan, pengajuan pelepasan lima komodo tersebut telah disampaikan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur untuk diteruskan ke pihak terkait. Ia optimistis proses perizinan dapat segera terealisasi mengingat komodo merupakan satwa prioritas nasional yang dilindungi.
“Karena komodo termasuk satwa prioritas nasional, kami yakin rencana ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya. (she/fir)
Editor : M Firman Syah