Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Dapur MBG Surabaya, Yayuk Eko Agustin Bangun Ekosistem Kerja Inklusif dan Berdayakan Warga Sekitar

Dimas Mahendra • Rabu, 31 Desember 2025 | 13:21 WIB
BERDEDIKASI: Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)
BERDEDIKASI: Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar soal menyediakan makanan sehat bagi anak-anak. Di Surabaya, program nasional ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat, berkat pengelolaan dapur MBG yang inklusif dan profesional.

Salah satunya terlihat di dapur MBG Nikmat Barokah yang dikelola Yayuk Eko Agustin. Tak hanya fokus pada kualitas gizi dan keamanan pangan, Yayuk menjadikan dapur MBG sebagai ruang tumbuh bagi warga sekitar. Termasuk kelompok disabilitas dan mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). “Hampir 100 )tenaga kerja terlibat di sini. Prinsip saya sederhana, jangan sampai kita punya dapur besar tapi warga sekitar justru menganggur,” ujar Yayuk.

Puluhan tenaga kerja tersebut berasal dari beragam latar belakang. Mulai dari warga sekitar dapur, mantan sopir dan pekerja pabrik yang terkena PHK, hingga penyandang disabilitas yang diberdayakan melalui kerja sama dengan yayasan sosial.

Untuk tenaga kerja disabilitas, Yayuk menggandeng sebuah yayasan yang menaungi anak-anak tunagrahita dan tunarungu. Mereka diberdayakan sebagai penjahit dalam bisnisnya di bidang fashion. “Anak-anak berkebutuhan khusus itu luar biasa. Mereka fokus, telaten, dan hasil jahitannya halus. Kita kirim kain, mereka jahit, selesai langsung kita bayar. Sistemnya adil dan saling menghargai,” jelasnya.

Tak berhenti di sana, dapur MBG yang dikelola Yayuk juga melibatkan pelaku UMKM sekitar sebagai pemasok bahan pangan olahan, seperti roti dan produk pendukung menu anak. Dengan begitu, perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di dapur, tetapi juga menyentuh usaha kecil di lingkungan sekitar. “Kalau mau bikin burger untuk anak-anak, rotinya bukan beli di pabrik besar. Kita ambil dari UMKM sekitar. Memang kapasitasnya kecil, tapi bisa dibagi ke beberapa UMKM,” katanya.

Soal kualitas, Yayuk menegaskan tak ada kompromi. Setiap bahan pangan diseleksi ketat, dicek kematangan, kesegaran, hingga keamanannya. Bahkan buah-buahan yang dinilai terlalu matang atau berisiko langsung ditolak. “Kami lebih memilih mutu daripada harga. Jangan sampai menekan biaya tapi mengorbankan kesehatan anak-anak,” tegasnya.

Yayuk menyebut seluruh tenaga kerja dapur MBG telah melalui proses screening ketat, termasuk tes kesehatan, bebas narkoba, serta didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, semua pekerja dibekali sertifikat penjamah dan pengolah makanan, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, hingga Pemkot Surabaya.

Tak hanya aspek higienitas, dapur MBG juga dilengkapi sistem pengawasan berlapis. Mulai dari tim ahli gizi, asisten laboratorium (Aslab), hingga pemantauan CCTV yang terhubung langsung dengan pusat. “Pengawasan ini penting. Jakarta juga ikut memonitor. Jadi kualitas dan akuntabilitas benar-benar dijaga,” ujar Yayuk.

Dalam kondisi tertentu seperti libur sekolah, dapur MBG tetap berupaya menjalankan layanan melalui menu kering berupa susu, buah, dan roti, yang didistribusikan secara terjadwal ke sekolah. 

Dengan dua dapur yang saat ini beroperasi dan rencana pengembangan ke lokasi baru, Yayuk berharap dapur MBG bisa terus memberi dampak sosial yang lebih luas. “Program ini bukan soal untung-rugi. Ini amanah. Uang negara harus dijaga, anak-anak harus dapat makanan terbaik, dan masyarakat sekitar harus ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Melalui dapur MBG, Yayuk Eko Agustin membuktikan bahwa program pemerintah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan warga, inklusivitas sosial, dan standar kualitas tinggi, sebuah langkah nyata menuju generasi Indonesia yang sehat dan berdaya. (dim/opi)

Editor : Guntur Irianto
#bergizi #gizi #dapur #anak #Mbg #Pemilik #SPPG #pangan #kualitas #terbaru #berita surabaya #makanan #berita surabaya hari ini #keamanan #makan #program #kesehatan #pemerintah #gratis