Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menjawab Tantangan Kelainan Refraksi , NEC Hadirkan Instruktur Internasional Pada LASIK Course Batch 4

Indra Wijayanto • Senin, 1 Desember 2025 | 01:21 WIB
PEMBELAJARAN: Peserta dokter mata mendapat materi dan pendampingan instruktur di ruang Lasik, mereka datang dari berbagai daerah.(IST/RADAR SURABAYA)
PEMBELAJARAN: Peserta dokter mata mendapat materi dan pendampingan instruktur di ruang Lasik, mereka datang dari berbagai daerah.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – National Eye Center (NEC) kembali mengadakan LASIK Course & Wetlab Batch 4, sebuah pelatihan lanjutan yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dokter spesialis mata dari berbagai wilayah Indonesia. 

Kegiatan yang berlangsung pada 29 - 30 November 2025 ini menjadi ruang pembelajaran mendalam mengenai teknologi Laser Vision Correction (LVC), prosedur bedah refraksi yang kini semakin dicari masyarakat seiring tingginya angka kelainan refraksi.

Ketua Panitia dari NEC Surabaya dr. Nuke Erlina Mayasari, Sp,M Pelatihan ini disusun untuk menjawab kebutuhan tenaga medis dalam memahami perkembangan teknologi bedah refraksi modern.

“Permintaan layanan LVC terus meningkat. Artinya, dokter juga harus mampu mengikuti standar terbaru, mulai dari pemahaman prinsip dasar laser, teknik pembuatan flap, evaluasi pre-operatif, hingga manajemen komplikasi pasca operasi. Karena itu, pelatihan ini di rancang intensif dan terstruktur.” ucapnya.

Dijelaskannya, melalui penyelenggaraan Lasik Course Batch 4 ini, NEC menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi dokter mata di Indonesia. Dengan tersertifikasinya acara ini oleh SKP Kemenkes, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga peningkatan nilai profesionalisme sesuai standar nasional. 

WETLAB: Demonstrasi LASIK oleh dr. Sheetal Brar (India) yang disimak langsung oleh para peserta.(IST/RADAR SURABAYA)
WETLAB: Demonstrasi LASIK oleh dr. Sheetal Brar (India) yang disimak langsung oleh para peserta.(IST/RADAR SURABAYA)

NEC berharap pelatihan berkelanjutan seperti ini dapat memperkuat kualitas layanan bedah refraksi di berbagai daerah, sehingga masyarakat memperoleh akses terhadap tindakan koreksi penglihatan yang aman, tepat, dan terpercaya.

Kegiatan edukasional bagi para dokter mata ini, diapresiasi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PERDAMI, Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd yang menghadiri kegiatan ini.

Dalam sambutannya, ia menyebut bahwa LASIK Course merupakan program strategis di tengah meningkatnya tantangan kesehatan mata di Indonesia. Saat ini diperkirakan lebih dari 150 juta anak mengalami gangguan penglihatan dan akan terus meningkat hingga 2050. 

“Saya berharap para dokter muda, khususnya sejawat dokter mata, terus menumbuhkan semangat belajar dan meningkatkan kompetensi, termasuk dalam bedah refraksi seperti ini. Dan kami berharap National Eye Center dapat memperluas kegiatan serta menghadirkan pelatihan serupa di tahun-tahun mendatang.” ungkapnya.

Puluhan peserta hadir dari berbagai kota seperti Makassar, Banjarbaru, Pekanbaru, dan Kalimantan. Pada batch ini, peserta paling jauh datang dari Palembang, Makassar, dan Pekanbaru, menunjukkan tingginya minat dokter mata terhadap pelatihan refraktif yang komprehensif.

Tahun ini, NEC dibawah naungan Eyelink Education juga menghadirkan pembicara internasional, Dr. Sheetal Brar dari India, seorang ahli bedah refraksi dengan pengalaman lebih dari 10.000 prosedur refraktif, termasuk PRK, Femto-LASIK, SMILE, hingga presbyopic surgeries. 

Pemateri sekaligus instruktur ini telah melakukan lebih dari 2.000 ZEISS SMILE, lebih dari 500 operasi ICL dan phakic IOL, serta aktif melakukan penelitian dengan rekam jejak lebih dari 30 studi klinis di bidang bedah refraksi selama 11 tahun terakhir. 

Kehadiran dr. Sheetal menjadi nilai tambah besar dalam memberikan perspektif global mengenai teknik dan standar keamanan bedah refraksi modern.

“Tahun ini kami kembali menghadirkan sesi terkait Presbyond sebagai salah satu metode LASIK terbaru dan meteri tersebut disampaikan langsung leh Dr. Sheetal Brar, pendekatan ini kami yakin memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi peserta” jelas dr. Nuke Erlina Mayasari, Sp.M.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti sesi praktik langsung melalui wetlab yang didampingi instruktur secara personal. Model pembelajaran intensif berbasis mentoring ini memungkinkan setiap peserta untuk mengasah keterampilan teknis secara lebih aman, fokus, dan terarah. 

Pendekatan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih efektif, terutama bagi dokter yang ingin memperdalam skill bedah refraksi secara profesional. Salah satu peserta dr. Surya dari RS Awal Bros Pekanbaru mengungkapkan, materi yang didapat sangat lengkap, detail dan benar-benar applicable. 

Dikatakannya, bagi pemula pun penjelasannya mudah dipahami, apalagi dengan kehadiran pembicara internasional yang memberikan wawasan mendalam. 

“Lasik Course ini memberi manfaat besar bagi saya sehingga lebih percaya diri dan yakin membuka layanan LASIK terutama di daerah," tuturnya (ind/gun)

Editor : Guntur Irianto
#mata #national eye center #Penyembuhan #kompetensi #cara #lasik mata #berita kesehatan #alat #NEC Indonesia #teori #terbaru #Berita Kesehatan Hari Ini #berita surabaya hari ini #lasik #NEC #wawasan #bekal #skill #lvc #dokter #latihan #Pelatihan