RADAR SURABAYA - SMKN 12 Surabaya meluncurkan Radio Bung Tomo 1, sebuah karya inovatif siswa yang diresmikan oleh putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo. Dia menekankan pentingnya mengenang jasa pahlawan dan menjaga ingatan sejarah bangsa.
"Saya salut akan upaya kawan-kawan di Surabaya dalam menjaga ingatan kolektif tentang perjuangan Bapak saya. Rumah bersejarah itu telah tiada, tapi semangat kejuangan yang tertoreh di sana tidak bisa dihapuskan," ujarnya, Kamis (13/11).
Bagi Bambang, karya kreatif berupa Radio Bung Tomo ini adalah semangat baru yang penuh keikhlasan. "Perjuangan harus ikhlas. Ini merupakan semangat baru di momen Hari Pahlawan," tutur Bambang.
Bambang juga mengagumi produksi radio di lingkungan sekolah yang menurutnya sudah seperti industri. Ia berharap radio ini dapat membangkitkan kembali semangat perjuangan Bung Tomo yang dulu disebarkan melalui radio.
Radio Bung Tomo didesain dengan gaya vintage modern. Saat dinyalakan, radio ini otomatis memutar pidato Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Surabaya dalam menghadapi sekutu.
Kepala SMKN 12 Surabaya, Cone Kustarto Arifin, menjelaskan bahwa Radio Bung Tomo adalah hasil kolaborasi antara gagasan Puri Aksara Rajapatni dan keterampilan siswa SMKN 12 Surabaya. Inisiatif ini muncul dari keprihatinan atas hilangnya Rumah Radio Bung Tomo pada tahun 2016, situs bersejarah tempat Bung Tomo berpidato membangkitkan semangat pejuang Surabaya.
Radio ini dirancang sebagai radio USB Bluetooth yang mudah dibawa, dengan berbagai ukuran dan model modern. Fitur uniknya adalah cuplikan pidato Bung Tomo yang otomatis diputar saat radio dinyalakan, membawa pendengar kembali ke masa perjuangan.
Baca Juga: MK Tegaskan Polisi Aktif Harus Mundur Jika Duduki Jabatan Sipil
"Kesempatan ini akan memberikan peluang besar dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kreativitas siswa. Selain itu, anak-anak juga bisa belajar dan menghargai sejarah, khususnya tentang sejarah kepahlawanan yang tertoreh di Surabaya," tuturnya.
Mendengarkan radio ini memberikan sensasi mendengarkan pidato Bung Tomo pada era perjuangan Surabaya November 1945. Setelah pidato selesai, pendengar dapat menikmati siaran radio AM dan FM seperti biasa. (*)