Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hasil Mengejutkan Skrining Gratis di Surabaya, 50 Persen Peserta Berisiko Diabetes

Muhammad Firman Syah • Minggu, 24 Agustus 2025 | 18:50 WIB
Deteksi dini diabetes gratis oleh FK Universitas Ciputra di Puskesmas Made, Surabaya.
Deteksi dini diabetes gratis oleh FK Universitas Ciputra di Puskesmas Made, Surabaya.

Surabaya - Program skrining kesehatan gratis di Puskesmas Made, Surabaya, Sabtu (23/8), menemukan fakta mengejutkan. Lebih dari separuh dari sekitar 100 peserta memiliki kadar gula darah acak di atas 200 mg/dl, sebuah indikator kuat risiko diabetes.

Kegiatan ini digelar Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FK UC), dengan peserta didominasi kader PKK serta warga yang memiliki faktor risiko tinggi.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, dr. Florence Pribadi, M.Si., menegaskan pentingnya deteksi dini.

"Banyak masyarakat tidak menyadari sudah memiliki gejala penyakit ini, padahal pemeriksaan sejak awal dapat mencegah komplikasi serius," katanya.

Florence menilai pola hidup modern berkontribusi pada meningkatnya kasus diabetes di usia muda. Ia menekankan edukasi bagi ibu rumah tangga sebagai garda terdepan kesehatan keluarga.

"Jika ibu sehat, maka keluarga pun akan ikut sehat," ujarnya.

Anggota tim, dr. Maria Jessica Rachman, M.Si., mengingatkan bahaya komplikasi diabetes, mulai dari retinopati yang merusak penglihatan hingga luka gangren yang berpotensi berakhir pada amputasi. Ia mendorong masyarakat rutin memeriksakan kesehatan sejak usia 18 tahun.

"Gunakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang sudah disediakan pemerintah," imbaunya.

Acara ini turut menghadirkan akademisi dari International Islamic University Malaysia (IIUM). Prof. Dr. Mohd. Aznan Bin Md. Aris menekankan pentingnya kerja sama lintas negara.

"Diabetes merupakan tantangan di tingkat regional. Karena itu, edukasi berbasis komunitas perlu diperkuat agar masyarakat bisa melakukan pencegahan sejak dini," ungkapnya.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Maizura Binti Mohd. Zainudin menekankan pendekatan praktis dengan contoh bahan makanan sehari-hari agar edukasi lebih mudah dipahami.

"Memang butuh waktu. Tetapi bila dilakukan sedikit demi sedikit dan terus berkelanjutan, dampaknya akan sangat besar," jelasnya.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FK UC, dr. dr. Salmon Charles Siahaan, SpOG, mengapresiasi partisipasi warga. Ia berharap perubahan sederhana dalam pola hidup dapat menjadi kunci membangun komunitas yang sehat dan mandiri.

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari 8,2 juta orang telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari jumlah itu, sekitar 5,9 persen positif diabetes. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga menunjukkan 11,7 persen penduduk usia 15 tahun ke atas terindikasi penyakit ini. (dta/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#Skrining Gratis #pola hidup sehat #pemeriksaan #deteksi diabetes #deteksi dini #universitas ciputra