Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hadapi Ancaman Inflasi Nataru, Pemkot Surabaya Gencarkan Gerakan Tanam Cabai Massal

Dimas Mahendra • Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:13 WIB
Penanaman cabai di Jambangan Surabaya. (IST)
Penanaman cabai di Jambangan Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA – Menghadapi ancaman lonjakan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih jalan berbeda. Caranya adalah dengan mengajak warga menanam cabai sendiri.

 Lewat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemkot meluncurkan gerakan tanam cabai dan bawang merah serentak di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan, Rabu (20/8/2025).

 Baca Juga: Poltekkes Surabaya Dorong Lansia Aktif, Cara Menjaga Fisik dan Mental

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi riil menekan inflasi dari sisi pasokan. “Targetnya, kami berharap, tiga bulan ke depan, pada Desember sudah bisa dilakukan panen,” ujarnya.

 Dalam kegiatan itu, 1.100 bibit cabai ditanam di lahan aset pemkot bersama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan anggota TPID. Tidak hanya itu, 25 ribu bibit cabai juga didistribusikan ke warga melalui jaringan kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.

 “Harapannya, cabai bisa ditanam di pekarangan rumah atau lahan kosong. Sehingga setiap keluarga bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan cabai skala kecil,” jelas Antiek.

 Dukungan juga diberikan ke kelompok tani konvensional maupun urban farming dengan tambahan 6 ribu bibit. Para petani konvensional diarahkan menanam di sawah, sementara urban farming memanfaatkan lahan sempit di sekitar permukiman.

 Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tulungagung, Sekolah dan Jalan Tertimbun Tanah

Menurut Antiek, pola tahunan selalu menunjukkan harga cabai dan bawang merah meroket menjelang akhir tahun akibat lonjakan permintaan. Dengan gerakan ini, Surabaya berharap bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.

 “Ini merupakan salah satu strategi TPID untuk mengendalikan inflasi, selain upaya menjaga pasokan dari daerah asal. Dengan memberdayakan masyarakat dan kelompok tani, kebutuhan rumah tangga skala kecil bisa terpenuhi dari hasil panen sendiri, mengurangi tekanan pada pasar,” pungkasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Inflasi #dkpp surabaya #lonjakan harga pangan #pemkot surabaya #Tanah Kas Desa (TKD) #tanam cabai