Radar Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya bersama Quds Royal Hotel resmi meluncurkan program Atic Segitiga Emas di kawasan Surabaya Utara pada Sabtu (9/8). Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai destinasi wisata sejarah, religi, dan budaya, sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan ekosistem pariwisata baru.
Surabaya Utara sendiri telah lama dikenal memiliki sejumlah destinasi unggulan, seperti kawasan Ampel, Kampung Heritage Peneleh, serta kawasan Kota Lama. Potensi inilah yang dioptimalkan melalui program Atic, yang merupakan singkatan dari Ampel Tourism Information Center, sebagai pusat layanan informasi wisata.
Pungky Kusuma, Cluster General Manager Quds Hotel Group Indonesia, menjelaskan bahwa selama ini kawasan Ampel lebih dikenal sebagai destinasi wisata religi. Melalui program Atic, pihaknya berupaya memperluas citra kawasan tersebut menjadi pusat budaya dan ekonomi kreatif.
“Kami memulai peluncuran dengan sebuah program ATIC, yaitu pusat layanan kepariwisataan untuk wilayah Ampel. Hal Ini memang belum pernah terjadi sebelumnya, dan baru kami yang menginisiasi dan Alhamdulillah didukung penuh oleh Disbudporapar Surabaya," ujarnya.
Program Atic juga menjadi bagian dari pengembangan konsep Segitiga Emas Pariwisata Surabaya Utara, yang menghubungkan tiga titik utama wisata yaitu Ampel, Kampung Peneleh, dan kawasan pelabuhan serta kota tua di utara kota.
Melalui program ini, wisatawan akan dibekali informasi mengenai titik-titik destinasi yang dapat dikunjungi. Setelah dari Ampel, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Kampung Heritage Peneleh yang menyimpan berbagai situs bersejarah, seperti Masjid Jami Peneleh yang dibangun sebelum Masjid Ampel, rumah kelahiran Bung Karno, rumah perjuangan HOS Tjokroaminoto, hingga Sumur Jobong peninggalan Kerajaan Majapahit.
Selain itu, destinasi unggulan lainnya di Surabaya Utara yang masuk dalam cakupan Segitiga Emas antara lain Surabaya North Quay, Patung Laksamana Yos Sudarso, Shanghai Park, Museum TNI AL, hingga Jembatan Suramadu.
Pungky menambahkan bahwa kawasan Ampel menjadi titik awal karena memiliki nilai historis sebagai pusat dakwah dan perdagangan di masa Sunan Ampel.
"Nah, hal ini kami juga membahas tentang sejarah Sunan Ampel secara mendalam dan sebuah acara sarasehan budaya yang berjudul Menapak Jejak Peradaban Sunan Ampel, kami bisa mengetahui lebih lanjut, siapa Sunan Ampel yang sebenarnya tidak hanya ulama tetapi seorang pedagang, politisi bahkan juga pejabat," tambahnya.
Peluncuran program Atic Segitiga Emas diharapkan tidak hanya menjadikan Surabaya Utara sebagai magnet wisata religi, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis budaya, sejarah, dan UMKM, yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. (acl/mel/fir)
Editor : M Firman Syah