Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nenek Marhamah, Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Berusia 104 Tahun Asal Pamekasan yang Jaga Pola Makan Setiap Hari, Kini Siap Berangkat ke Tanah Suci 

Rahmat Sudrajat • Jumat, 30 Mei 2025 | 02:01 WIB

 

SEHAT: Marhamah, CJH asal Pamekasan yang berusia 104 tahun saat tiba di Embarkasi Surabaya, Kamis (29/5).
SEHAT: Marhamah, CJH asal Pamekasan yang berusia 104 tahun saat tiba di Embarkasi Surabaya, Kamis (29/5).

RADAR SURABAYA – Marhamah, calon jemaah haji (CJH) di Embarkasi Surabaya berusia 104 tahun asal Palengaan Laok, Pamekasan ini menjadi jemaah tertua di Jawa Timur yang berangkat haji tahun ini tergabung dalam kloter 95.

Ia terlihat tampak sehat meski harus menggunakan kursi roda saat tiba di Hall Mina Embarkasi Surabaya.

Marhamah tidak sendiri, ia didampingi oleh Ayyimah, 40, anak ke-8 Marhamah. Marhamah mengaku senang doanya terkabul bisa berangkat haji dari hasil tabungannya selama puluhan tahun. 

Ia menabung sehari tidak tentu, terkadang Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu dari hasil jerih payahnya sebagai seorang petani.

"Ya senang bisa berhaji. Nanti di depan Kakbah akan doa supaya selamat, sehat dan barokah umur," ujar Marhamah.

Marhamah mendaftar haji sejak tahun 2019, ia mendapat prioritas haji lansia yang berangkat haji tahun ini karena usianya yang sudah seabad lebih.

Setiap hari Marhamah sebagai seorang petani, namun dalam 10 tahun terakhir ia pun sudah tak lagi berada di ladangnya mengingat kondisinya yang semakin tua.

Marhamah juga masih mempunyai seorang suami yang usianya 108 tahun yang saat ini berada di Pamekasan.

Menurut Ayyimah, anak ke-8 Marhamah, kondisi ibunya saat ini sehat. Bahkan bisa berjalan kaki untuk jarak dekat. Menjelang ke Tanah Suci ibunya kerap berolahraga jalan kaki setiap hari. Bahkan pola makan setiap harinya juga terjaga.

"Alhamdulillah ibu sehat. Kalau setiap hari makannya sederhana singkong, bayam hingga daun kelor yang direbus. Juga minum jamu tradisional setiap hari," ujar Ayyimah.

Ayyimah mengaku mendaftar haji tahun 2013, lebih dulu daripada sang ibundanya, namun karena Marhamah dengan usia seabad akhirnya dipanggil haji tahun ini karena prioritas lansia.

"Kalau saya sendiri daftar tahun 2013, tapi ibu saya 2019 hanya menunggu 6 tahun saja karena lansia," ungkapnya.

Lebih lanjut Ayyimah menjelaskan, sang ibunda saat ini sudah tidak lagi menjadi petani, karena kondisi usia. Bahkan sang ayah yang berusia 108 tahun kini kondisi juga sehat namun tidak bisa berjalan.

"Sudah 10 tahun ini tidak lagi di sawah. Dulu setiap harinya ya bertani. Hasil dari bertani dikumpulkan setiap hari dengan penghasilan yang tidak tentu," ungkapnya.

Ayyimah mengaku siap mendampingi ibunya untuk beribadah haji ke tanah suci hingga kembali nantinya dengan selamat ke tanah air.

Marhamah lahir 7 Desember 1921, ia tergabung dalam kloter 95 asal Pamekasan bersama dengan daerah lainnya seperti Gresik maupun Lamongan. Rencananya Marhamah dan Ayyimah akan berangkat ke Tanah Suci Jumat (30/5).

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Mawardi mengaku senang bisa ikut mendampingi jemaah tertua di Jawa Timur sampai ke Embarkasi Surabaya.

Dia menyebut di Pamekasan ada dua jemaah tertua tahun ini yakni usia 107 yang sudah meninggal sebelum berangkat ke Tanah Suci dan telah digantikan anaknya dan kemudian Marhamah usia 104.

"Alhamdulillah, pada dasarnya kita mempunyai tagline haji ramah lansia di Pamekasan termasuk pada Marhamah kita terus pantau kesehatannya sampai ke Embarkasi Surabaya dan ke tanah suci nanti," ujar Mawardi.

Pihaknya juga memberikan suntikan motivasi bagi jemaah tertua di kabupatennya.

Dengan berbekal pengalaman bersama jemaah tertua se-Indonesia ketika itu asal Pamekasan dengan usia 119 atas nama Harun bin Senar.

"Ya dulu Pamekasan juga pernah ada yang tertua bahkan se-Indonesia mbah Harun usianya 119. Ketika itu kebetulan ketua kloternya saya. Jadi dengan pengalaman itu kami terus berikan semangat kepada jemaah haji kita yang lansia, terutama usia 100 tahun," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tanah suci #Jemaah tertua #surabaya #embarkasi surabaya #pamekasan #haji 2025