Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menyelami Cahaya Ilahi, Tahfidz Camp SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya Hadirkan Spirit Qur'ani

Indra Wijayanto • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:38 WIB

 

TAHFIDZ CAMP: Program ini terintegrasi erat dengan kelas unggulan lainnya, sebagai bentuk pembinaan santri secara menyeluruh.
TAHFIDZ CAMP: Program ini terintegrasi erat dengan kelas unggulan lainnya, sebagai bentuk pembinaan santri secara menyeluruh.

RADAR SURABAYA - Suasana hening dan damai menyelimuti sebuah pondok pesantren di Mojokerto saat lantunan ayat suci Alquran bergema lembut dari suara para santri muda.

Selama lima hari penuh mulai 30 April – 4 Mei 2025, 38 santri dari SMP Muhammadiyah 15 Boarding School (MBS) Surabaya terdiri atas 24 putri dan 14 putra mengikuti Tahfidz Camp yang sarat makna dan pengalaman spiritual.

Kegiatan ini bukan sekadar sesi hafalan rutin. Lebih dari itu, ia menjadi perjalanan rohani yang menanamkan cinta Alquran di sanubari para generasi muda.

Aziz Maluana Achsan, Direktur MBS, menegaskan bahwa Tahfidz Camp dirancang untuk memberikan suasana yang kondusif, intensif, dan penuh spiritualitas agar para santri dapat lebih fokus dalam menghafal dan menghayati Kalamullah.

“Kami menargetkan 3 juz per tahun, tapi yang utama adalah cinta mereka terhadap proses dan isi Alquran. Itu yang kami tanamkan,” jelas Aziz dalam sambutannya.

Selama kegiatan, para santri tak hanya belajar dan menghafal, tetapi juga menelusuri kehidupan pondok yang sesungguhnya, baik di asrama putra maupun putri.

Ust. Dr. Hairul Warizin, Sekretaris Pondok Pesantren, menjadi pemandu sekaligus membuka wacana kerja sama lanjutan dalam penguatan karakter Islami dan program tahfidz.

Salah satu momen paling berkesan terjadi pada Sabtu malam (3/5), saat Syekh Farid Mustofa asal Mesir hadir secara langsung untuk memberikan motivasi spiritual dan sekaligus menjadi munaqis (penguji hafalan). Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti malam itu, menambah keberkahan yang luar biasa bagi seluruh peserta.

Ali Fauzi ketua PCM Kenjeran juga hadir dan mengingatkan tentang pentingnya pendekatan emosional dalam menghafal Alquran.

“Jika hafalan dianggap beban, maka akan memicu stres. Tapi jika dilihat sebagai tantangan, maka yang muncul adalah kekuatan mental dan cinta,” ungkapnya.

Kepala SMP MBS, Banjar menambahkan, program ini terintegrasi erat dengan kelas unggulan lainnya, seperti English Camp, sebagai bentuk pembinaan santri secara menyeluruh, baik dari sisi spiritual maupun intelektual.

Menjelang penutupan, Yusuf dan Hanan Alamidi perwakilan santri putra dan putri tampil menyampaikan harapan mereka dengan suara bergetar.

“Kami ingin tetap istiqamah dan suatu hari bisa menjadi penghafal Alquran yang memberi syafaat untuk orang tua kami,” ucap mereka, (ind/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#alquran #Pondok Pesantren #spiritual #surabaya #Tahfidz camp #SMP Muhammadiyah 15 Surabaya