Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mati Oerip Ngramut Kali Surabaya, Gerakan Selamatkan Sungai dari Pencemaran

Rahmat Sudrajat • Jumat, 25 April 2025 | 23:47 WIB
SELAMATKAN KEHIDUPAN: Aktivis lingkungan mengedukasi mengenai pencemaran sungai di sela-sela deklarasi Gerakan "Mati Oerip Ngramut Kali Surabaya" di Wisma Jerman, Surabaya, Jumat (25/4).
SELAMATKAN KEHIDUPAN: Aktivis lingkungan mengedukasi mengenai pencemaran sungai di sela-sela deklarasi Gerakan "Mati Oerip Ngramut Kali Surabaya" di Wisma Jerman, Surabaya, Jumat (25/4).

RADAR SURABAYA - Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (AKAMSI) bersama lebih dari 100 aktivis lingkungan, akademisi, mahasiswa, dan perwakilan instansi dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Perum Jasa Tirta, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, dan PDAM Kota Surabaya mendeklarasikan Gerakan "Mati Oerip Ngramut Kali Surabaya" di Wisma Jerman, Surabaya, Jumat (25/4).

Gerakan ini dipicu oleh penurunan kualitas air Kali Surabaya yang menjadi sumber baku air minum bagi 93 persen warga Surabaya.

"Gerakan ini dipicu oleh semakin menurunnya kualitas air di Kali Surabaya yang menyediakan 93 persen bahan baku air PDAM di Surabaya," ujar koordinator AKAMSI, Alaika Rahmatullah.

Alaika menambahkan, prediksi peningkatan suhu air dan pencemaran akibat musim kemarau 2025, serta keberadaan 4.500 pemukiman ilegal di bantaran sungai yang menghasilkan lebih dari 5 ton tinja per hari, semakin memprihatinkan.

Lebih lanjut, dia mengingatkan peristiwa mati massal ikan di Kali Surabaya pada tahun 1975 sebagai peringatan penting.

"Tahun ini bertepatan dengan 50 tahun peristiwa ikan mati massal di Kali Surabaya. Ribuan bangkai ikan menyumbat intake PDAM di Ngagel, membuat PDAM berhenti beroperasi selama 10 jam dan warga kesulitan air," jelasnya.

Sementara itu Damar, Koordinator Revolusi Surabaya River menambahkan, rendahnya kesadaran warga kota tentang pentingnya Kali Surabaya menjadi latar belakang lain.

"Dari survei pada 500 Gen Z di Surabaya, 76 persen menyatakan tidak tahu jika bahan baku PDAM berasal dari Kali Surabaya," ujarnya.

Meski 94 persen warga menyadari pentingnya Kali Surabaya dan dampak pencemaran terhadap kesehatan, belum ada aksi nyata untuk menjaga kualitas airnya.

Revolusi Surabaya River menawarkan empat solusi, yakni penegakan hukum terhadap pencemaran, penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah, edukasi masyarakat melalui media massa, dan penguatan kapasitas melalui pelatihan konservasi dan pemantauan sungai.

Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Surabaya, Sofi Rizki Maulidina, turut menyoroti masalah mikroplastik.

"Kami menemukan ribuan partikel mikroplastik dalam 10 gram pasta gigi. Stop penggunaan pasta gigi dan scrub yang mengandung microbeads," tegasnya.

Selain itu, dia juga menyebut lebih dari 4.000 bangunan di bantaran sungai yang berkontribusi pada limbah cair organik dan kontaminasi mikroplastik. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bantaran sungai #Lingkungan #surabaya #pencemaran sungai #mikroplastik #kali surabaya #limbah #aktivis