RADAR SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istrinya, Rini Indriyani, menyambangi rumah duka almarhum Abdilah Ramdan, asisten masinis kereta api (KA) Jenggala yang meninggal dalam kecelakaan di perlintasan kereta Jalan Darmo Sugondo, Gresik. Takziah digelar Kamis (10/4) sore di kawasan Sidotopo.
Dalam kunjungan tersebut, Eri didampingi Camat Semampir M. Yunus, EVP KAI Daop 8 Surabaya Wisnu Pramudyo, serta keluarga besar almarhum.
Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa Abdilah, sekaligus memastikan pemerintah hadir membantu keluarga yang ditinggalkan.
Pemkot Surabaya, kata Eri, akan menanggung biaya pendidikan dua anak almarhum hingga lulus kuliah.
“Sampai dengan kuliah, dan ini yang kita (pemkot) lakukan ya, karena kan program pendidikan yang kita lakukan itu seperti satu kartu keluarga (KK) satu sarjana, dan ini akan kita bantu semaksimal mungkin untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang layak sehingga bisa menjadi pengganti ayahnya,” ujar Eri.
Eri juga mengapresiasi kekompakan warga sekitar yang turut memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
“Saya matur nuwun betul kepada RW dengan warga kampung yang luar biasa, selalu memberikan kekuatan kepada keluarga almarhum, sehingga hari ini bapak dan ibu (orang tua) serta istrinya menjadi orang yang kuat. Ini karena kekuatan tetangga yang saling membantu,” kata dia.
Tak hanya pemkot, PT KAI Daop 8 juga menyatakan komitmen untuk memberikan beasiswa pendidikan dan membuka peluang kerja bagi istri almarhum, Nirma Dewi Ayuningtyas, 37 tahun.
“Matur nuwun juga Pak Kadaop, tadi juga menyampaikan akan memberikan beasiswa dan menjadikan istri almarhum bekerja di PT KAI,” imbuh Eri.
Diketahui, Abdilah Ramdan meninggal dunia saat bertugas sebagai asisten masinis KA Jenggala yang bertabrakan dengan truk bermuatan kayu gelondongan, Selasa (8/4). Sementara masinis utama dilaporkan mengalami luka-luka.
Istri almarhum, Nirma, mengaku sangat kehilangan sosok suami yang dikenal dekat dengan kedua anaknya.
“Terima kasih sudah merespon dengan baik apa yang diharapkan oleh warga, alhamdulillah kami punya bapak (wali kota) seperti beliau,” ungkap Nirma.
Ia menceritakan, sebelum berangkat dinas, Abdilah masih menyempatkan waktu untuk menemani anak-anak.
“Sebelum berangkat memang seperti itu, sayang banget memang sama keduanya anaknya. Kalau kerja pun yang dicari anak-anaknya,” kenangnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari