RADAR SURABAYA - BMKG Juanda beberapa waktu lalu mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 3–12 April 2025.
Dampak yang mungkin terjadi meliputi hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga hujan es, dengan puluhan kabupaten dan kota masuk dalam daftar daerah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya, Buyung Hidayat mengungkapkan, untuk Surabaya sejauh ini tergolong masih aman dan landai dari faktor cuaca.
Ada pun beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami fenomena itu ialah Jombang, Lamongan, Sumenep dan sejumlah kota kabupaten lain.
"Iya kalau dari rilis terakhir BMKG ya tidak ada Surabaya nya untuk cuaca ekstrem di Jatim," kata Buyung.
Kendati begitu, Buyung mengimbau warga tetap berhati-hati. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, hujan deras dan angin kencang juga masih sempat mengguyur Kota Pahlawan.
Guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, hingga saat ini pos pantau BPBD masih tetap beroperasi. Pos ini menurut dia tersebar di sejumlah wilayah di Surabaya.
Total ada 27 pos pantau yang dijaga personel BPBD jika terjadi kondisi darurat di Surabaya. "Iya untuk pos pantau kita hingga sekarang tetap aktif siaga," ucapnya.
Dia pun mengimbau, ketika terjadi hujan lebat dan angin kencang, masyarakat disarankan untuk segera berteduh di rumah atau tempat yang aman. Pastikan seluruh anggota keluarga juga dalam kondisi selamat.
"Bagi warga yang hendak bepergian diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui media sosial BMKG atau laman resmi BMKG Juanda guna menghindari risiko saat perjalanan," ujarnya.
Jika ada warga yang mengalami keadaan darurat akibat cuaca ekstrem, Buyung menyampaikan, warga dapat segera menghubungi call center 112 atau petugas BPBD terdekat untuk mendapatkan bantuan. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari