Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cuaca Hujan dan Petir, Basarnas dan BPBD Surabaya Hentikan Sementara Pencarian Balita Babatan Wiyung Surabaya

M. Mahrus • Kamis, 26 Desember 2024 | 00:22 WIB

TKP: Anggota Reskrim Polsek Wiyung memasang garis polisi di selokan lokasi terceburnya korban di Jalan Babatan II F, Wiyung Surabaya.
TKP: Anggota Reskrim Polsek Wiyung memasang garis polisi di selokan lokasi terceburnya korban di Jalan Babatan II F, Wiyung Surabaya.
RADAR SURABAYA - Tim Basarnas dan BPBD Kota Surabaya menghentikan sementara pencarian jasad Risky, 3,5, balita yang hanyut di selokan Jalan Babatan II F, Wiyung Surabaya. Pencarian akan dilanjutkan kembali Kamis besok (26/12).

Komandan Tim Basarnas Kantor SAR Surabaya Eko Aprianto menjelaskan, pencarian hari kedua Tim Basarnas dan BPBD menurunkan enam perahu karet.

Petugas melakukan penyisiran di titik awal hingga sungai sekitar Royal Residence dan SMPN 34 Surabaya. Selain itu juga dilakukan penyisiran darat sepanjang kanan kiri sungai.

Untuk jarak yang sudah dilakukan penyisiran dari lokasi awal sudah 3 kilometer. Yakni dari titik nol sampai jembatan sungai sekitar SMPN 34 Surabaya. 

"Dihentikan karena cuaca hujan dan petir. Tadi untuk menjaga keselamatan teman-teman di lapangan kita tarik ke atas untuk melakukan evaluasi dan rencana pencarian besok," terangnya, Rabu (25/12).

Menurutnya, untuk evaluasi pencarian hari kedua ada sedikit kendala. Sebab sungai di sekitar Perum Royal Residence banyak tanaman eceng gondok dan arusnya deras.

Pihak Pemkot Surabaya melalui dinas terkait juga menurunkan alat berat untuk membantu membersihkan eceng gondok.

"Besok radius pencarian kita tambah. Lokasi sisir sungai kanan kiri akan tetap kami lakukan kembali. Kemungkinan korban nyangkut di rumput kanan kiri sungai," tegasnya.

Sementara pantauan Radar Surabaya, Rabu (25/12) sore, anggota Reskrim Polsek Wiyung memasangi garis polisi di selokan lokasi terceburnya korban.

Selokan yang menjadi tempat terceburnya korban memiliki lebar sekitar 50 centimeter dan kedalaman sekitar 60 centimer. Selokan tersebut memang tidak ada penutupnya.

Salah satu warga sekiar lokasi Nur menuturkan, selokan di lokasi kejadian kalau turun hujan deras airnya mengalir kencang. Sebab topografinya merupakan turunan.

"Sehingga ada air kiriman dari atasnya sangat deras. Karena wilayah sini seperti bukit," ucapnya. (rus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #terseret arus #balita hanyut #babatan #wiyung #basarnas #BPBD Kota Surabaya