Komandan Tim Basarnas Kantor SAR Surabaya Eko Aprianto menjelaskan, pencarian hari kedua Tim Basarnas dan BPBD menurunkan enam perahu karet.
Petugas melakukan penyisiran di titik awal hingga sungai sekitar Royal Residence dan SMPN 34 Surabaya. Selain itu juga dilakukan penyisiran darat sepanjang kanan kiri sungai.
Untuk jarak yang sudah dilakukan penyisiran dari lokasi awal sudah 3 kilometer. Yakni dari titik nol sampai jembatan sungai sekitar SMPN 34 Surabaya.
"Dihentikan karena cuaca hujan dan petir. Tadi untuk menjaga keselamatan teman-teman di lapangan kita tarik ke atas untuk melakukan evaluasi dan rencana pencarian besok," terangnya, Rabu (25/12).
Menurutnya, untuk evaluasi pencarian hari kedua ada sedikit kendala. Sebab sungai di sekitar Perum Royal Residence banyak tanaman eceng gondok dan arusnya deras.
Pihak Pemkot Surabaya melalui dinas terkait juga menurunkan alat berat untuk membantu membersihkan eceng gondok.
"Besok radius pencarian kita tambah. Lokasi sisir sungai kanan kiri akan tetap kami lakukan kembali. Kemungkinan korban nyangkut di rumput kanan kiri sungai," tegasnya.
Sementara pantauan Radar Surabaya, Rabu (25/12) sore, anggota Reskrim Polsek Wiyung memasangi garis polisi di selokan lokasi terceburnya korban.
Selokan yang menjadi tempat terceburnya korban memiliki lebar sekitar 50 centimeter dan kedalaman sekitar 60 centimer. Selokan tersebut memang tidak ada penutupnya.
Salah satu warga sekiar lokasi Nur menuturkan, selokan di lokasi kejadian kalau turun hujan deras airnya mengalir kencang. Sebab topografinya merupakan turunan.
"Sehingga ada air kiriman dari atasnya sangat deras. Karena wilayah sini seperti bukit," ucapnya. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari