Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Sediakan Kuota untuk 400 Orang
Jay Wijayanto• Sabtu, 10 Agustus 2024 | 05:07 WIB
WEFIE: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi wefie bersama mahasiswa penerima Beasiswa Pemuda Tngguh di Balai Kota Surabaya, Selasa (16/7). SURYANTO/RADAR SURABAYA
RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali membuka pendaftaran untuk beasiswa pemuda tangguh. Pendaftarannya sudah dimulai sejak awal bulan Agustus lalu hingga tanggal 20 Agustus mendatang. Beasiswa ini membuka kuota sebanyak 400 orang.
Kepala Dinas Budporapar Surabaya Hidayat Syah mengungkapkan, saat ini sudah ada 3.100 anak yang sudah terdaftar sebagai penerima beasiswa ini. Mereka yang sudah dinyatakan lolos seleksi dan terdaftar sebagai penerima, uang kuliah tunggal (UKT) akan dicover oleh pemerintah.
"Iya sejak awal tahun sudah ada 3100-an yang sudah kita cover. Terus sekarang, target intervensi kami tahun ini kan 3500 anak. Jadi ada 400 anak untuk kuota saat ini," kata Hidayat.
Terkait arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk mengevaluasi program ini, Hidayat mengaku evaluasi mahasiswa penerima beasiswa selalu dijalankan setiap semester dengan berkoordinasi dengan Perguruan Tinggi masing-masing. Evaluasi yang dimaksud mencakup IPK sampai keaktifan kuliah mereka.
"Sekarang, selain evaluasi di ranah akademis, kami juga akan melakukan monitoring karakter mahasiswa penerima. Hal ini sesuai dengan petunjuk pak wali apakah yang bersangkutan berbakti pada orang tua dan sejauh mana sumbangsihnya pada lingkungan sekitar," urainya.
Hidayat menyebutkan, dari hasil evaluasi pada semester genap masa perkuliahan kemarin, total ada tiga anak yang beasiswanya dihentikan. Hal itu dikarenakan, yang bersangkutan nilainya di bawah batas minimum yang diwajibkan. Ada juga mahasiswa yang beasiswanya tidak diteruskan karena mereka terdaftar sebagai penerima beasiswa lain.
"Contoh semisal dia terdaftar sebagai penerima beasiswa KIP, ini kita hentikan. Karena hal tersebut tidak diperbolehkam secara ketentuan dan juga anggaran yang tersedia bisa kita alihkan untuk warga lain yang juga membutuhkan," ujarnya.
Dalam proses pendaftarannya, ada beberapa indikator yang mempengaruhi mahasiswa dapat menerima beasiswa tersebut. Mulai dari indikator prestasi akademis yang ditunjukkan melalui jalur masuk ke PTN sampai IPK yang bersangkutan hingga kemampuan ekonomi keluarga. Proses seleksinya nanti juga akan melibatkan tim lapangan untuk memastikan yang mendaftar apakah benar dari keluarga tidak mampu atau tidak.
"Rata-rata yang mendaftar ini sudah ada di angka sekitar 8000an. Kemarin pertama dibuka saja itu sudah mencapai angka 2000. Memang fokus kita untuk mengintervensi warga kalangan tidak mampu. Ini juga bagian dari realisasi program pak wali untuk mewujudkan satu rumah satu sarjana," pungkasnya. (dim)