Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cerita Duka Keluarga dan Kronologi Wafatnya Bu Nunuk Pemilik STMJ Legendaris, saat Haji di Tanah Suci

Jay Wijayanto • Kamis, 25 Juli 2024 | 02:08 WIB
Nunuk Widayati dan kedai STMJ Bu Nunuk yang legendaris di kawasan Ngagel Jaya Selatan Surabaya.
Nunuk Widayati dan kedai STMJ Bu Nunuk yang legendaris di kawasan Ngagel Jaya Selatan Surabaya.

SURABAYA - Kabar duka datang dari pemilik warung STMJ (Susu Telur Madu Jahe) legendaris di Jalan Ngagel Jaya, Surabaya.

Bu Nunuk alias Nunuk Widayati, 53, sang pemilik kedai STMJ yang juga ada di Jalan Ngagel Dadi ini meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepergian Bu Nunuk yang mendadak ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para pelanggan setianya.

Sosoknya yang ramah dan bersahabat, serta racikan STMJ yang khas dan lezat, membuatnya dicintai banyak orang.

Wafatnya Nunuk ini dibenarkan oleh putranya Rizaldi. "Tidak diketahui penyebab meninggalnya, hanya ada informasi ibu ditemukan meninggal di Jamarat (tempat lempar jumrah di Mina) lantai tiga," terang Rizaldi kepada wartawan.

Berikut kronologi wafatnya korban seperti disampaikan sang putra satu-satunya itu.

Nunuk berangkat ke Tanah Suci bersama sang suami, Budi Santoso, 55, untuk menunaikan ibadah haji pada tanggal 2 Juni 2024.

Namun mereka tidak mendaftar secara resmi lewat sistem pendaftaran haji di Kementerian Agama RI. 

Nunuk dan sang suami mendaftar lewat sebuah travel di Jakarta dengan memanfaatkan fasilitas haji furoda tanpa melalui daftar tunggu haji yang panjang sebagaimana sistem haji reguler Kemenag. 

Hal ini bisa mereka lakukan dengan membayar biaya perjalanan haji yang jauh lebih mahal dibanding menggunakan sistem reguler. 

Saat tiba di tanah suci tepatnya mereka masuk dari bandara Jeddah, semua berjalan lancar.

Namun pada tanggal 16 Juni 2024, Nunuk dilaporkan hilang saat mengikuti ibadah lempar jumrah bersama sang suami.

Menurut Rizaldi, ibunya saat itu mengalami dehidrasi sehingga memilih beristirahat dan mundur dari rombongan dalam perjalanan menuju ke jamarat untuk lempar jumrah.

Budi yang meneruskan lempar jumrah ingin menyusul istrinya, namun terpaksa harus berbalik karena arus one way jamaah lempar jumrah yang membludak.

Sejak itu Nunuk dilaporkan menghilang. Budi tidak melihat lagi sosok istri yang mendampinginya sejak dari tanah air.

Keluarga dan kerabat di tanah air yang dikabari pun panik dan berusaha mencari Nunuk.

Berbagai upaya dilakukan, termasuk dengan mengunggah foto dan ciri-cirinya di media sosial.

Hingga akhirnya, pada tanggal 18 Juni 2024, kabar duka pun datang. Nunuk ditemukan meninggal dunia di RSAS di Arab Saudi dan sudah dimakamkan. Penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti.

Kenangan tentang Bu Nunuk dan STMJ Legendarisnya

Bu Nunuk telah menjalankan usaha STMJ-nya selama lebih dari 20 tahun. Warungnya yang sederhana selalu ramai dikunjungi pelanggan, baik dari kalangan muda maupun tua.

STMJ racikan Bu Nunuk terkenal dengan kelezatannya yang khas. Perpaduan susu, telur, madu, dan jahe yang pas membuat STMJ ini menjadi minuman favorit banyak orang.

Selain kelezatannya, STMJ Bu Nunuk juga terkenal dengan harganya yang terjangkau. Bu Nunuk selalu ingin agar semua orang dapat menikmati minuman sehat dan lezat ini.

Kepergian Bu Nunuk meninggalkan lubang besar di hati para pelanggannya. Tidak hanya karena kehilangan sosok yang ramah dan bersahabat, tetapi juga karena kehilangan STMJ dengan rasa yang tak tergantikan.

Warisan Bu Nunuk akan terus hidup dalam kenangan dan rasa cinta para pelanggannya. Semoga amal ibadah Bu Nunuk diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (naf/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#stmj bu nunuk #haji furoda #nunuk widayati