Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

HAJI 2024: Satu CJH Embarkasi Surabaya Di Awal Keberangkatan Gelombang II ke Jeddah Batal Berangkat karena Hamil

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 25 Mei 2024 | 20:16 WIB
LANGSUNG PAKAI IHRAM: Sejumlah CJHyang tergabung dalam kloter 50, bersiap diberangkatkan menuju Bandara Internasional Juanda dari AHES, Jumat (24/5). (ANDY S/RADAR SURABAYA)
LANGSUNG PAKAI IHRAM: Sejumlah CJHyang tergabung dalam kloter 50, bersiap diberangkatkan menuju Bandara Internasional Juanda dari AHES, Jumat (24/5). (ANDY S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Satu calon jemaah haji (CJH) asal Bondowoso yang tergabung dalam kloter 50 yang berangkat pada gelombang II dinyatakan batal berangkat karena usia kehamilan di atas 26 minggu.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengetahui kondisi kehamilan di atas 26 minggu saat CJH tersebut menjalani pemeriksaan tahap ketiga, untuk mengetahui laik terbang di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris mengatakan CJH yang hamil dengan usia kehamilan di atas 26 minggu saat ini sudah kembali ke daerah asal.

Sehingga tidak bisa melanjutkan keberangkatan ke Tanah Suci.

Oleh karena itu pihaknya mengganti dengan CJH cadangan.

"Jadi yang usia kehamilan di atas 26 minggu sesuai dengan aturan penerbangan, tidak boleh diberangkatkan sehingga batal berangkat, namun bisa berangkat haji di tahun depan," kata Haris, Jumat (24/5).

CJH yang hamil dijelaskan Haris sudah 15 tahun menikah, namun baru ketika akan berangkat haji diberikan momongan.
Meski demikian Haris mengaku CJH tersebut sangat menerima jika ditunda keberangkatannya hingga tahun depan.

"Ketika diberitahu bahwa tidak boleh berangkat yang bersangkutan bisa menerima. Karena ada kesempatan tahun depan bisa berangkat. Apalagi sudah 15 tahun menikah belum diberi momongan," terangnya.

Sampai dengan Jumat (24/5) sore, sebanyak 18.921 orang CJH dari 51 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Haris juga menyebut dari 51 kloter yang sudah berangkat, sebanyak tujuh CJH ditambah dengan empat pendamping dinyatakan batal berangkat tahun ini.

Selain hamil, ada juga yang sakit yang kini juga dipulangkan ke daerah asal.

"Total sampai dengan keberangkatan kloter 51, tujuh orang telah dirawat di rumah sakit dan tujuh lainnya merupakan pendamping CJH yang sakit. Sementara 11 orang dipulangkan ke daerah asal karena sakit dan hamil," ungkapnya.

Sementara itu Kabid Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan menjelaskan selama keberangkatan gelombang pertama, sebanyak empat CJH dalam kondisi hamil.

Usia usia kehamilan keempoat CJH sudah di atas 14 minggu.
Terhadap keempat CJH hamil tersebut, sudah dilakukan pemeriksaan.

Hasilnya masih laik terbang sehingga yang bersangkutan diperbolehkan untuk berangkat ke Tanah Suci.

"Setelah kami tes, ternyata usia kehamilannya di atas 14 minggu karena masih layak terbang sehingga diperbolehkan untuk berangkat. Ada empat CJH hamil selama gelombang pertama," ungkapnya.

Sedangkan untuk gelombang II ini baru ada satu orang yang dinyatakan hamil dan batal berangkat ke Tanah Suci, karena usia kandungannya di atas 26 minggu.

"Setelah kami tes waktu tiba di embarkasi ternyata usia kehamilannya di atas 26 minggu, apalagi baru pertama kali mengandung setelah menikah belasan tahun. Jadi sangat rentan juga di atas pesawat. Sehingga kita berikan surat tidak laik terbang," terangnya.

Lima kloter pada awal gelombang II ini sudah diberangkatkan ke Jeddah.

Mereka langsung mengenakan kain ihram untuk mempermudah jemaah saat melakukan mikat di atas pesawat, sebelum nantinya jemaah yang turun di Jeddah langsung diberangkatkan menuju Makkah untuk melakukan umrah wajib. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#bondowoso #Abdul Haris #cjh cadangan #calon jemaah haji (CJH) #embarkasi surabaya #kloter #PPIH 2024 #Haji 2024 #hamil #gagal berangkat haji