RADAR SURABAYA - Penataan kota lama terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Rencananya, area yang bakal jadi salah satu objek wisata di Kota Pahlawan itu akan dilaunching akhir bulan Mei ini.
Saat ini, selain penataan utilitas, pemkot juga tengah merevitalisasi halte trem di sisi selatan Jembatan Merah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan, ex halte trem di sana saat ini memang tengah diperbaiki.
Sejumlah perbaikan dikebut seperti pengecatan dan lain sebagainya di area tersebut.
"Kalau untuk penggunaannya, halte trem itu akan tetap digunakan untuk area perdagangan makan, minum dan tanaman. Tidak berubah," kata Irvan pada Radar Surabaya, Rabu (22/5).
Hanya saja, Irvan melanjutkan, nanti para pedagang di sana akan ditata standnya supaya lebih rapi.
Pengelompokannya juga akan dibedakan antara pedagang yang berjualan tanaman dengan yang jual makan minum. Untuk sementara ini, mereka dipindah terlebih dahulu hingga proses revitalisasinya tuntas.
"Iya nanti dikelompokkan ya. Dibagi antara pedagang yang di area utara apa dan selatan apa," ucapnya.
Terkait jam operasional, Irvan menjelaskan jika secara aturan, para pedagang itu dibatasi hingga pukul 18.00 WIB saban harinya.
Hanya saja, karena ini nantinya akan berkenaan dengan wisata kota lama, maka kemungkinan akan ada penyesuaian.
"Karena memanfaatkan potensi kunjungan wisata malam ke kota lama. Kalau perihal sistem kerja samanya, mereka ini sistemnya sewa tempat ke PD Pasar Surya SUrabaya. Sebab, pengelolanya itu PD Pasar," ujarnya.
Lebih jauh, Irvan mengatakan, penataan area kota lama ini progresnya sudah hampir rampung.
Seluruh aspek mulai dari utilitas, infrastruktur pendukung, hingga sektor ekonomi semuanya ditata.
Tujuannya agar pengunjung yang datang ke area wisata tersebut bisa benar-benar merasakan situasi Surabaya di era lampau.
"Iya jadi semua ditata utamanya fasad bangunan tua dan bersejarahnya. Itu yang lebih ditonjolkan dalam pengemasan area kota lama ini," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa