SURABAYA - Layanan fast track calon jemaah haji (CJH) di Bandara Juanda Surabaya sempat mengalami kendala.
Saat memindai barcode paspor tidak keluar sehingga perlu dipindai ulang. Akibatnya, sempat terjadi antrean panjang di loket fast track keimigrasian bandara.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibdah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Abdul Haris mengatakan, layanan fast track sempat mengalami kendala pada Kloter 7 jemaat dari Kabupaten Lamongan. Ketika itu ada salah satu CJH tidak bisa keluar identitasnya di barcode.
Namun, setelah dicek ulang akhirnya jemaah tersebut tetap bisa diterbangkan ke Madinah.
"Ada satu jemaah calon haji terkendala fas track. Saat dipindai barcode kembali oleh petugas imigrasi Arab Saudi baru bisa muncul identitasnya. Diduga barcode yang berada di paspor jemaah sedikit buram," kata Haris, Rabu (15/5).
Haris juga menyebut layanan fast track sempat mengalami antrean tapi tetap bisa diatasi. "Ya, karena kita mengurus banyak orang, biasa itu (antrean)," tuturnya.
Layanan Fast Track Mecca Route baru tahun ini diterapkan di Embarkasi Surabaya.
Melalui layanan jalur cepat, jemaah tidak perlu lagi mengantre di bandara Arab Saudi untuk pengecekan oleh petugas imigrasi. Mereka bisa langsung menuju ke hotel.
General Manager Bandara Juanda Sisyani Jaffar mengatakan, layanan Mecca Route ini memanfaatkan ruang tunggu Gate 13-15 pada Terminal 1 sebagai area layanan fast track oleh Pemerintah Arab Saudi. Area ini sudah direnovasi sehingga terpisah dengan gate lainnya.
Menurut Sisyani, layanan pemberangkatan haji tahun ini sedikit berbeda karena terdapat fast track.
“Layanan ini manfaatnya akan dirasakan oleh jemaah saat tiba di Arab Saudi tidak perlu pemeriksaan dokumen imigrasi lagi. Mereka dapat langung keluar,” jelasnya.
Ketua tim kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya Muhammad Gesta Robi Farmawan mengatakan layanan fast track CJH mengurangi waktu istirahat jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Ini dikhawatirkan bisa mengurangi kondisi kesehatan jemaah.
"Untuk mengantisipasi itu perlu istirahat yang cukup," tuturnya.
Sampai kemarin jemaat yang tunda berangkat karena dirawat di rumah sakit sebanyak tujuh orang. Sedangkan kunjungan di klinik sebanyak lima orang setiap kloter. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto