SURABAYA - Sebagian besar wilayah di Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau. Kawasan Surabaya Raya bahkan sudah memasuki musim kemarau pada akhir April 2014 lalu.
Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan, Provinsi Jawa Timur sangat luas dan memiliki 74 zona musim. Ada perbedaan antara wilayah yang berbeda zona musimnya.
Karena itu, awal musim kemarau tahun ini juga berbeda-beda di Jawa Timur. Sebanyak 27 persen wilayah Jatim mulai masuk musim kemarau pada dasarian ketiga bulan April 2024. Termasuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik.
Sekitar 65 persen wilayah Jatim masuk awal kemarau pada bulan Mei. Sisanya sekitar 8 persen baru masuk musim kemarau pada bulan Juni 2024. Karena itu, saat ini sekitar 90 persen wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau.
Data yang dirilis BMKG Tanjung Perak juga menunjukkan bahwa Surabaya dan sekitarnya sudah memasuki musim kemarau. Curah hujan hanya 2 mm. Angka ini menurun dibanding dasarian sebelumnya (April III 2024).
"Jumlah curah hujan juga mengalami penurunan dibanding bulan lalu. Artinya, wilayah Surabaya sudah memasuki musim kemarau," papar BMKG Perak.
BMKG pusat menyebut saat ini baru 14% dari zona musim Indonesia memasuki musim kemarau. Sisanya 86% masih mengalami musim hujan. Saat ini tidak ada daerah yang mengalami tidak ada hujan lebih dari dua bulan.
Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Jawa Barat, sebagian Yogyakarta, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Utara, dan sebagian Sulawesi Tengah. (rek)
Editor : Lambertus Hurek