SURABAYA – Sebanyak 5.194 calon jemaah haji (CJH) dari kloter 1 sampai 14 sudah diberangkatkan ke tanah suci dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Namun, enam orang masih tertunda keberangkatannya karena harus dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya.
"Yang dirawat total enam orang, tapi sudah keluar satu orang dan rencananya siap berangkat Rabu (16/5)," kata Ketua Tim Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, dr Mochamad Gesta Robi Farmawan, Selasa (14/5).
Dia menjelaskan, CJH yang dirawat lantaran sakit kurang darah, gagal ginjal, jatuh di kamar hingga patah tulang panggul dan diare berat.
Meski demikian, Gesta menyebut dibandingkan tahun lalu, CJH risiko tinggi (risti) tahun ini lebih sedikit. Sebab, jemaah telah memeriksakan diri sebelum pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH).
"Tingkat ristinya turun. Kalau kemarin 70 persen, tahun ini yang risti 60 persen," jelasnya.
Selain itu, CJH juga berobat ke klinik embarkasi. Rata-rata yang berobat mengalami gangguan kesehatan seperti kencing manis, batuk pilek, hipertensi dan kecapekan.
"Untuk persediaan obat sangat cukup," tuturnya.
Informasi yang dihimpun, saat ini cuaca di Arab Saudi mencapai 48,5 derajat Celsius. Puncak haji nanti di Arafah, cuaca di Arab Saudi diprediksi bisa mencapai 50 derajat Celsius.
Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Abdul Haris mengaku belum mendapatkan informasi terkait kondisi kesehatan jemaah haji asal Jawa Timur yang sudah berada di Madinah.
"Yang sakit di Madinah kami belum dapat informasi," ujar Haris.
Meski demikian, ia berharap kondisi kesehatan jemaah baik-baik saja sehingga bisa menjalankan ibadah haji hingga tuntas.
"Mudah-mudahan semuanya dalam kondisi bugar, tidak sampai dirujuk di rumah sakit," ucapnya. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto