Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Awal Puasa, Harga Sayuran dan Bumbu di Surabaya Terus Meroket, Omzet Pedagang Turun

Lambertus Hurek • Kamis, 14 Maret 2024 | 02:06 WIB
Harga tomat di Pasar Keputran Surabaya melonjak di awal Ramadan 1445 Hijriah.
Harga tomat di Pasar Keputran Surabaya melonjak di awal Ramadan 1445 Hijriah.

 SURABAYA Memasuki hari kedua bulan Ramadan 1445 H, harga kebutuhan pokok (bapok) masih tinggi. Selain beras, harga sayuran dan bumbu dapur ikut melonjak. Kenaikan komoditas seperti bawang dan cabai akibat cuaca buruk dan berkurangnya pasokan.

Di Pasar Keputran, Surabaya, harga sayuran seperti sawi, buncis, dan wortel naik hingga 50 persen. Bahkan, harga tomat kini mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Pekan sebelumnya harga tomat Rp 15 ribu.

"Sudah seminggu ini harga sudah naik karena hujan," kata salah satu pedagang, Yanti, di Pasar Keputran, Rabu (13/3).

Yanti mengambil barang dari produsen di sentra sayur di Jawa Timur seperti di Pacet, Malang, hingga Lumajang. Menurut dia, harga bawang putih juga naik dari Rp 36 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah masih stabil di angka Rp 35 ribu per kilogram.

Sementara itu, di Pasar Pucang Anom, Surabaya, harga cabai merah besar pun tembus Rp 100 ribu. Cabai kering besar mencapai Rp 65 ribu per kilogram.

Harga bawang putih juga naik dari Rp 38 ribu menjadi Rp 45 ribu untuk jenis bawang putih kating. Bawang putih jenis sicu juga mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

Pedagang cabai, Sri Astuti, mengatakan bahwa harga cabai besar sudah sebulan ini mencapai Rp 100 ribu. Sebelumnya cabai besar sekitar Rp 90 ribu per kilogram. "Sudah sebulan naiknya karena cuaca buruk yang berpengaruh ke distribusi," ujar Sri.

Ia berharap kondisi ini cepat stabil agar warga bisa kembali berbelanja secara normal. Selama ini pasar cenderung sepi meski bulan puasa. Awal Ramadan omzet pedagang pun merosot. "Ya, turun 65 persen. Kalau terus-terusan bisa rugi dan tutup," pungkasnya. (rmt/rek) 

Editor : Lambertus Hurek
#harga bapok ramadan 2024 #harga tomat naik surabaya #Pasar Keputran Surabaya #sembako melonjak surabaya