Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bulak Banteng Surabaya, Kawasan Rawa-Rawa yang Kini Jadi Perkampungan Padat Penduduk. Begini Sejarahnya

Rahmat Sudrajat • Kamis, 29 Februari 2024 | 23:51 WIB
MELINTAS: Kawasan kampung Bulak Banteng di Surabaya Utara. (FAJAR Y/RADAR SURABAYA)
MELINTAS: Kawasan kampung Bulak Banteng di Surabaya Utara. (FAJAR Y/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Bulak Banteng merupakan kawasan yang terletak di Surabaya Utara.

Kawasan tersebut berdekatan dengan akses keluar masuk masyarakat yang akan ke pulau Madura melalui jembatan Suramadu.

Kawasan tersebut sisi utara bersebelahan dengan selat Madura .

Konon Bulak Banteng dahulu masih rawa-rawa dan terdapat aliran sungai hingga ke kawasan Pegirian, tepatnya tahun 1825.

Kawasan pesisir itu juga rawan banjir rob ketika air laut sedang pasang.

Warga pun menanaminya pohon bulu di sekitar sungai yang muaranya sampai ke laut itu.

Tujuannya untuk menghalangi masuknya air rob yang masuk ke pemukiman penduduk.

Pohon bulu memiliki akar panjang dan kokoh sehingga bisa menahan air untuk masuk ke daratan atau permukiman pendidikan kala itu.

"Kawasan Bulak Banteng dulu dan kini masih dihuni oleh perantau dari Madura. Yang akhirnya di situ banyak peranakan Madura. Bahkan pohon bulu juga di tanaman oleh orang Madura yang merantau ke Bulak Banteng," ujar pegiat sejarah Nur Setiawan, Kamis (29/2).

Kawasan Bulak Banteng meliputi Pogot, Kali Kedinding, Endrosono hingga Bandarejo.

"Di wilayah Bandarejo dulu ada benteng yang runtuh karena bom artileri. Benteng tersebut bernama benteng kawatan biasanya warga sekitar menyebutnya Benteng Jelebuk timur," terangnya.

Tak sampai di situ, kawasan tersebut juga terdapat sebuah makam yang konon merupakan tokoh yang membuka akses atau babat alas dari kawasan Bulak Banteng yang bernama mbah Gambis.

Kini Bulak Banteng merupakan wilayah kelurahan dengan Kecamatan Kenjeran.

Memiliki luas kurang lebih 600.000 meter persegi dengan lebar jalan empat kilometer.

Kini sudah berkembang menjadi perkampungan padat penduduk dengan 8 RW dan 70 RT. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kampung Surabaya #jembatan suramadu #surabaya utara #Bulak Banteng #sejarah