SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Rawat Jalan dan Kamar Operasi Modular Operating Theatre (MOT) Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jatim di Jalan Ketintang Selatan I, Surabaya, Selasa (16/1).
Khofifah mendukung pembangunan gedung baru lima lantai itu karena gedung lama sudah tidak bisa menampung pasien.
Selain itu, Khofifah mengusulkan perubahan nama RSMM Jatim. Sebab, sebagian besar warga tidak mengetahui RSMM Jatim. Padahal, banyak tokoh besar melakukan perawatan gangguan penglihatan di sini.
"Kadang-kadang soal nama harus pakai bubur merah dan tumpeng. (Nama RSMM) kurang keren. Kalau misalnya berkenan memberikan nama Dekan FK yang berdedikasi atau dokter mata siapa yang nanti akan kita pakai. Setelah itu minta izin keluarga dan diganti namanya. Sebab, image building dan opinion building menjadi penting," kata Khofifah.
Direktur RSMM Jatim dr Eka Basuki Rahmat mengungkapkan, RSMM Jatim merupakan satu-satunya rumah sakit khusus mata tipe B milik Pemprov Jatim dengan sejumlah pelayanan unggulan.
"Kami senantiasa melakukan pengembangan pelayanan dan beberapa pelayanan unggulan," kata Eka.
Layanan itu seperti lasik, vitreoretina, low vision katarak dan bedah refraktif. RSMM Jatim memiliki 206 pegawai, 16 dokter spesialis mata, 1 dokter spesialis patologi klinis dan 1 dokter spesialis penyakit dalam.
Dokter Eka menyebut bahwa selama 2021 ada 45.946 kunjungan dan tahun 2022 61.833 kunjungan di RSMM Jatim.
"Alhamdulillah, tahun 2023 kunjungan kami bisa meningkat menjadi 67.738," ujarnya.
RSMM Jatim juga merawat penyakit yang menyebabkan kebutaan selama 2023. Nomor satu adalah penyakit vitreoretina sebesar 13 ribu kunjungan dalam satu tahun.
Kemudian penyakit katarak 11 ribu kunjungan dan disusul glaukoma sebesar 9 ribu kasus sepanjang 2023.
Dokter Eka mengungkapkan bahwa permasalahan di RSMM Jatim adalah penumpukan pasien dan terbatasnya area parkir.
“Alhamdulillah, dengan adanya gedung yang baru ini semoga berdampak positif terhadap kualitas perawatan terutama rawat jalan khususnya dari RSMM Jatim," ujarnya. (mus/rek)
Editor : Jay Wijayanto