Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Taman Cahaya Surabaya Tunggu Sertifikasi Taman Ramah Anak

Hildan Sepka • Selasa, 28 November 2023 | 19:17 WIB
Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro. (ISTIMEWA)
Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro. (ISTIMEWA)

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki sejumlah prioritas. Yakni revitalisasi taman dan kota ramah anak.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bakal mengombinasikan keduanya, taman ramah anak.

Kepala DLH Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro telah melakukan beberapa upaya. Selain revitalisasi, pihaknya mengajukan Taman Cahaya di kawasan Pakal itu untuk mendapat sertifikasi. Tapi belum ada jawaban hingga sekarang.

"Kami sudah ke Kementerian PPPA untuk mendapatkan sertifikat itu, kami sudah mengurus (surat) tetapi belum ada jawaban. Diajukan sudah lama, sekitaran tiga bulan lalu," ujarnya, Senin (27/11).

Dia menargetkan taman itu mendapat sertifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Sehingga pihaknya tengah melaksanakan revitalisasi Taman Cahaya. Sebab ada sejumlah persyaratan yang harus terpenuhi.

"Ya salah satunya soal ketersediaan fasilitas bagi anak penyandang disabilitas. Kalau ada soal disabilitas artinya harus ada spot khusus disabilitas, kemudian toiletnya juga harus ada yang khusus disabilitas," ungkap Hebi, panggilan akrabnya.

Selain fasilitas untuk disabilitas, Hebi fokus pada material yang digunakan. Katanya, fasilitas mainan dari bahan besi diganti. Rencananya, pihaknya menggunakan material yang aman untuk anak.

"Untuk menjamin keselamatan anak-anak ketika memanfaatkan fasilitas permainan yang ada. Mainannya tidak boleh dari besi, makanya butuh biaya tidak sedikit," jelasnya.

Dia menyebutkan, Taman Cahaya bakal menambah total Taman Ramah Anak di Surabaya. Untuk sementara jumlahnya masih satu. Yaitu, Taman Flora.

"Baru satu itu yang tersertifikasi Kementerian PPPA, kalau ini berhasil otomatis ada dua," terang Hebi.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kota Surabaya Myrna Augusta Aditya Dewi menjelaskan, konsep revitalisasi adalah penambahan dan perbaikan kawasan taman.

Beberapa perbaikan menyasar area plaza, fasilitas bermain, dan olahraga. Sedangkan Taman Cahaya yang diproyeksikan menjadi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) sehingga ditambah fasilitas kesehatan dan keselamatan.

"Untuk Taman Cahaya ada menambah kelengkapan sarana, termasuk kesehatan dan keselamatan," imbuhnya. (hil/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#taman ramah anak #Berita Terbaru #taman cahaya #pakal surabaya #Radar Surabaya