Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bunga Tabebuya Bermekaran di Surabaya, Penanda Peralihan Musim yang Ditunggu-tunggu

Rahmat Adhi Kurniawan • Kamis, 23 November 2023 | 17:23 WIB
PANCAROBA: Bunga tabebuya yang bermekaran menjadi penanda bakal segera tiba musim hujan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
PANCAROBA: Bunga tabebuya yang bermekaran menjadi penanda bakal segera tiba musim hujan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kota Surabaya makin cantik sejak ditanami tabebuya. Tanaman itu tumbuh subur. Sebab, cocok dengan cuaca panas yang khas Kota Pahlawan. 

Tanaman tabebuya sekilas mirip sakura. Tapi asalnya bukan dari Jepang. Tabebuya berasal dari Amerika Selatan. Tepatnya Brasil dan Paraguay.

Siklus tabebuya mudah diamati. Bunga-bunga itu bakal bermekaran tiga kali dalam setahun. Itu maksimal.

Umumnya, tabebuya hanya dapat dinikmati dua kali. Bunganya mekar antara Juli-Agustus dan Oktober-November. Praktisnya, dia bakal berbunga saat pergantian musim dan selama musim kemarau.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan, bunga itu tidak mekar saat musim hujan.

Kemarau panjang dan suhu meningkat memicu tanaman itu cepat mekar.
Sayang, umur bunga itu pendek. Sekitar 1-2 minggu, lalu gugur. "Semakin panas akan berbunga," ujarnya, Rabu (11/22).

Myrna menyebutkan, ada lima jenis warna bunga tabebuya. Mulai putih, merah muda, kuning, ungu, dan merah. Totalnya sekitar 16.741 pohon tersebar di seluruh Kota Surabaya.

Dia menerangkan, bunga tabebuya paling banyak ada di kawasan Jalan Ahmad Yani, Arif Rahman Hakim, Kertajaya Indah, Dharmahusada Indah, Dharmahusada, Ambengan, Gelora Bung Tomo (GBT), Mayjen Sungkono, Wiyung, Ngagel Jaya Selatan, dan Jalan HR Muhammad.

Di jalan-jalan itu, terdapat 11.821 bunga tabebuya warna putih dan merah muda. Jumlah tabebuya putih dan merah muda lebih banyak dari warna lainnya. Warna kuning ada sekitar 4.658 pohon, warna ungu ada 100 pohon, dan merah sekitar 162 pohon.

"Warna ungu itu jumlahnya terbatas, hanya ada 100 pohon. Itu ada di Jalan dr Soetomo, Jalan Tunjungan, Jalan Polisi Istimewa, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Hangtuah, Jalan Mrutu, dan Jalan Nyamplungan,” terangnya.

Tabebuya menjadi salah satu ikon Kota Pahlawan yang baru. Mekarnya bunga itu menambah estetika kota. Selain itu, menjadi penanda alamiah peralihan musim.

Baca juga: Klub Langsung Didiskualifikasi Bila Ribut dan Pancing Tawuran di Kompetisi Liga 3 Jatim

“Kalau sudah berbunga itu biasanya beberapa hari lagi akan hujan, jadi akan ada perubahan cuaca. Ke depan, kita sedang mencari tanaman lagi, selain tabebuya untuk menjadikan ikon baru di Surabaya. Tetapi hal ini menyesuaikan dengan kondisi dan lingkungan di Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, fenomena itu bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pahlawan. Rencananya, DLH Kota Surabaya mengusung tema Tabebuya Blossom. Mekarnya tabebuya menjadi potensi wisata sehingga membangkitkan ekonomi.

"Semua tamu yang ke Kota Surabaya, terutama ke DLH itu menanyakan soal tabebuya. Dan, bahkan, kemarin orang-orang Jakarta itu telepon dan tanya kapan mekar dan berapa hari mekarnya. Mereka akan melihat, membuat profil, foto tabebuya Surabaya. Mau kita arahkan ke wisata, kenapa tidak," katanya. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#Uzbekistan #Piala Dunia U17 2023 #inggris