Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Untuk Kemanfaatan, Data dan Jenis Sampah Harus Bisa Diketahui

Rahmat Sudrajat • Kamis, 27 Juli 2023 | 01:21 WIB
PEMILAHAN DAN PENGOLAHAN: Meskipun jumlah sampah plastik turun, namun sampah organik justru naik, harus disiapkan langkah mengatasinya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
PEMILAHAN DAN PENGOLAHAN: Meskipun jumlah sampah plastik turun, namun sampah organik justru naik, harus disiapkan langkah mengatasinya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony mendorong agar data detail sampah bisa diketahui secara massal, mulai sampah itu milik siapa, dimana, hingga petugas dan DLH melakukan apa. Bahkan jenis sampah hingga jumlahnya berapa harus detail agar bisa diambil langkah untuk kemanfaatannya.

Tak hanya itu, pria lulusan Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) juga menyinggung bahwa kerap kali kita sering melihat keberhasilan usaha seseorang itu hanya dari keuntungannya. Tidak memasukkan variabel biaya untuk penghancuran limbah dan sampahnya. "Kalau biaya penghancuran dan hasilnya tak sebanding harus dievaluasi," kata AH Thony.

Ia juga yang mulai mengembangkan teknologi sederhana penghancur sampah. Misalnya Surabaya saat ini telah mengadopsi pengelolaan sampah mutakhir. Namun hasilnya tak siginifikan harus ditinjau ulang. Dia juga ingin memastikan pengelolaan sampah dengan mengembangkan pemberdayaan 600 bank sampah yang tersebar di seluruh pelosok kampung harus optimal.

Sejauh ini, keberadaan bank-bank sampah tersebut mampu secara berkelanjutan terus menopang pengelolaan sampah. Thony berharap bank-bank sampah ini makin berdaya dan tidak malah mandek. "Intinya kalau sistem yang dipilih antara hasil dan biaya penghancuran limbahnya tidak sebanding, ya perlu di evaluasi," ujarnya.

Pemkot Surabaya bersama pihak ketiga telah mengembangkan pengelolaan sampah di TPA Benowo untuk diolah menjadi listrik. Ribuan ton sampah itu diubah menjadi listrik. Inilah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) yang dikembangkan di Surabaya.

Pengelolaan sampah bersama pihak ketiga itu akan menghasilkan listrik dengan kapasitas besar. Hingga saat ini, Wakil Ketua DPRD ini menantikan nilai manfaat dari PLTS di Benowo ini. "Masyarakat tentu akan menantikan inovasi yang luar biasa ini," katanya.

Namun AH Thony seperti mendapat fakta berkebalikan. Pengembangan PLTS di TPA Benowo terpengaruh dengan jumlah sampah Surabaya disebut defisit sampah. Tapi sekarang kenyataanya sampah menumpuk. Logikanya ada proses penghancuran yang belum maksimal.

Khusus untuk penghancuran sampah ini, pemkot telah melibatkan masyarakat untuk untuk membantu proses pengolahan dan penghancuran sampah. Masyarakat dilibatkan dalam pembuatan kompos. Semua harus bergerak menanggulangi sampah.

Khusus TPA Benowo, AH Thony masih ingat penumpukan sampah di Benowo menjadi polemik karena menimbulkan bau. Bahkan tuan rumah piala dunia kelompok usia menjadi pertaruhan juga. Sebab bau itu disebut sampai Gelora Bung Tomo (GBT). Tidak perlu saling menyalahkan. Saat ini sudah berhasil dilakukan langkah antisipatif.

AH Thony terus mendesak agar perda sampah benar-benar diterapkan. Agar semua persoalan sampah menjadi jelas. Hal terkait sampah mulai dimana, seberapa, oleh siapa sampah-sampah itu bisa dihancurkan dan dimanfaatkan. Semua terkait pengelolaan sampah ini harus terukur. (rmt/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#Sampah di Surabaya #manfaat sampah agar punya nilai jual #jenis sampah plastik #pemkot surabaya #Pengelolaan Sampah #DPRD Suabaya