Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar Pemanfaatan dan Etika AI Lewat Bootcamp 

S
Penulis: Suryanto❯
TEKNOLOGI: Salah satu pembicara menerangkan materi tentang AI di iSTTS, Ngagel, Surabaya. Materi ini diberikan pada jurnalis di Surabaya dan Sidoarjo. (IST/RADAR SURABAYA)
TEKNOLOGI: Salah satu pembicara menerangkan materi tentang AI di iSTTS, Ngagel, Surabaya. Materi ini diberikan pada jurnalis di Surabaya dan Sidoarjo. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institut STTS) memfasilitasi puluhan jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo dalam Bootcamp Artificial Intelligence (AI) for Journalist, Selasa (3/2). 


Advertisement

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman praktis kecerdasan buatan sekaligus menjaga integritas dan etika jurnalistik di tengah derasnya adopsi teknologi AI di ruang redaksi.

Jurnalis yang terlibat berasal dari berbagai komunitas, antara lain Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN), Rumah Literasi Digital (RLD), Forwas Sidoarjo, serta peserta umum. Mereka mengikuti sesi intensif sejak pagi hingga sore di Kampus ISTTS, Jalan Ngagel Jaya Tengah 73-77, Surabaya.

Kepala Humas iSTTS Surabaya, Mas Rara Dwi Yanti Handayani, mengatakan pemanfaatan AI di dunia jurnalistik tidak bisa dihindari, namun perlu dibarengi pemahaman etika dan tanggung jawab profesi.

Advertisement

“AI bisa membantu jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien, tetapi akurasi, verifikasi, dan nurani tetap berada di tangan manusia. Karena itu, Institut STTS memfasilitasi ruang belajar agar jurnalis mampu memanfaatkan AI tanpa mengorbankan prinsip jurnalistik,” ujar Rara, Selasa (3/2). 

Bootcamp ini menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi AI. Dr. Lukman Zaman, S.Kom., M.Kom. membedah generative AI, prompt engineering, serta pemanfaatannya untuk konten multimedia dan visual. 

Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom., yang juga Google Expert dan Lead Organizer GDG Surabaya, mengulas social network analysis, multimodal AI, serta tantangan etika di era kecerdasan buatan. 

Advertisement

Sementara Dr. Ir. Yosi Kristian, S.Kom., M.Kom. memaparkan machine learning dan computer vision yang mulai banyak digunakan dalam pengolahan data visual dan investigasi digital.

Berbeda dari pelatihan berbasis teori, bootcamp ini mengusung pendekatan hands-on learning. Peserta diminta membawa laptop untuk langsung mencoba pemanfaatan AI, mulai dari penyusunan prompt, pengolahan data, hingga simulasi penggunaan AI dalam kerja jurnalistik sehari-hari.

Kolaborasi Institut STTS dengan Rumah Literasi Digital dipandang sebagai upaya menjembatani kebutuhan industri media dengan pengembangan keilmuan di kampus. 

Di tengah maraknya konten otomatis dan risiko disinformasi, pelatihan ini diarahkan agar jurnalis mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, bukan sekadar menjadi pengguna pasif.

Sementara itu, Direktur Rumah Literasi Digital, Andika Ismawan, menyebut pelatihan ini sebagai respons konkret atas tantangan baru dunia jurnalistik di era kecerdasan buatan.

“AI tidak bisa diposisikan sebagai pengganti jurnalis. Teknologi ini adalah alat bantu yang harus dikendalikan dengan literasi, etika, dan kesadaran dampak. Melalui bootcamp ini, kami ingin jurnalis memahami cara kerja AI sekaligus tahu batas penggunaannya,” tuturnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Institut STTS menjadi langkah strategis untuk mempertemukan keunggulan akademik dengan kebutuhan praktis insan pers di lapangan.

“Jurnalis hari ini dituntut cepat, tetapi tetap akurat. Tanpa literasi digital yang memadai, AI justru bisa menjadi sumber kesalahan baru. Karena itu, pelatihan berbasis praktik seperti ini penting agar teknologi digunakan secara kritis dan bertanggung jawab,” tandasnya.(sur/gun)

Advertisement

Artikel Terkait

Karya Opini Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Dibedah di Radar Surabaya

Karya Opini Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Dibedah di Radar Surabaya

Belajar jurnalistik tidak berhenti pada teori menulis. Sebanyak 12 siswi kelas XI SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo mendapat kesempatan menguji langsung karya opini mereka melalui sesi presentasi dan evaluasi

Mendorong Generasi Inovatif, Penerbit Erlangga Hadirkan Platform Pembelajaran Interaktif Erklika Lab

Mendorong Generasi Inovatif, Penerbit Erlangga Hadirkan Platform Pembelajaran Interaktif Erklika Lab

Penerbit Erlangga menghadirkan inovasi pembelajaran terbaru melalui peluncuran Erklika Lab for STEAM Education, sebuah platform yang menggabungkan kekuatan buku cetak dan teknologi digital dalam satu ekosistem.

15 Guru SMK Jatim Disiapkan Ikuti Pelatihan Gim Berbasis AI di China

15 Guru SMK Jatim Disiapkan Ikuti Pelatihan Gim Berbasis AI di China

Sebanyak 15 guru SMK di Jawa Timur (Jatim) mulai mengikuti pelatihan lanjutan pembuatan gim berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Jumat (30/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer