alexametrics
28 C
Surabaya
Monday, May 23, 2022

Tak Lengkapi Prokes Syarat Perjalanan, 2.709 Penumpang KA Gagal Berangkat

SURABAYA – Pengetatan perjalanan membuat calon penumpang kereta api (KA) tidak bisa leluasa bepergian saat libur Natal dan tahun baru (Nataru). Sebab, penumpang harus memenuhi berbagai protokol kesehatan yang ketat.

Data yang dirilis PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyebutkan, sebanyak 2.709 penumpang gagal berangkat karena tidak melengkapi syarat perjalanan mengggunakan moda transportasi KA.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, pihak KAI melakukan pengetatan bagi penumpang yang hendak bepergian keluar kota. Ini sesuai surat edaran (SE) Kemenhub Nomor 112 Tahun 2021. Calon penumpang yang batal sebanyak 1.143 orang lantaran tidak PCR.

Kemudian 1.128 orang tidak tes rapid antigen, 405 orang tidak vaksin dosis lengkap, dan 33 orang kurang sehat. Para penumpang yang gagal berangkat dikembalikan uang tiket 100 persen.

JAGA PROKES: Antrean calon penumpang kereta api yang hendak menjalani tes rapid antigen di Stasiun Surabaya Gubeng. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

“Selama Nataru kami antisipasi penyebaran Covid-19. Sejak 24 Desember hingga saat ini masih banyak penumpang yang gagal berangkat karena tidak memenuhi persyaratan,” kata Luqman di Surabaya, Kamis (30/12).

Baca Juga :  Penumpang KA Jarak Menengah dan Jauh Wajib Bebas Covid-19

Penumpang yang berangkat maupun datang di Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasar Turi naik dibandingkan dengan hari-hari biasa. Mulai 17 Desember hingga 30 Desember, Daop 8 mengakomod asi 300.888 orang. Penumpang masih didominasi KA lokal sebanyak 223.468 orang dan 77.420 penumpang KA jarak jauh.

“Rata-rata 21.492 orang per hari yang didominasi oleh pelanggan KA lokal sebanyak 15.962 orang dan KA jarak jauh sekitar 5.530 orang,” jelasnya.

Menurut dia, pada hari biasa di luar masa  Nataru, penumpang KA lokal hanya mencapai 12-13 ribu orang. Sedangkan penumpang KA jarak jauh 4-5 ribu orang. Adapun penumpang pada 30 Desember hingga 2 Januari saat arus balik, Luqman menyebut ada 39.451 penumpang dengan tujuan jarak jauh yang telah memesan tiket.

Baca Juga :  Sikat HP Karyawan Toko, Pria Asal Medan Gagal Nyoba Sepatu Baru

“Pastinya jumlah tersebut masih terus bergerak karena penjualan tiket masih berlangsung hingga saat ini,” ungkapnya.

Tujuan favorit masyarakat pada periode libur akhir tahun adalah Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Banyuwangi. “Meski begitu, kami tidak menambah jumlah KA mengingat ada pembatasan jumlah penumpang di dalam KA,” tuturnya.

Pihak KAI juga telah menetapkan tarif baru untuk layanan tes rapid antigen di stasiun. Sebelumnya Rp 45 ribu menjadi Rp 35 ribu. Tarif baru ini berlaku mulai 1 Januari 2022 di 11 stasiun wilayah Daop 8 Surabaya.

“Penyesuaian tarif rapid test antigen merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan di masa libur tahun baru 2022,” katanya. (rmt/rek)

SURABAYA – Pengetatan perjalanan membuat calon penumpang kereta api (KA) tidak bisa leluasa bepergian saat libur Natal dan tahun baru (Nataru). Sebab, penumpang harus memenuhi berbagai protokol kesehatan yang ketat.

Data yang dirilis PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyebutkan, sebanyak 2.709 penumpang gagal berangkat karena tidak melengkapi syarat perjalanan mengggunakan moda transportasi KA.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, pihak KAI melakukan pengetatan bagi penumpang yang hendak bepergian keluar kota. Ini sesuai surat edaran (SE) Kemenhub Nomor 112 Tahun 2021. Calon penumpang yang batal sebanyak 1.143 orang lantaran tidak PCR.

Kemudian 1.128 orang tidak tes rapid antigen, 405 orang tidak vaksin dosis lengkap, dan 33 orang kurang sehat. Para penumpang yang gagal berangkat dikembalikan uang tiket 100 persen.

JAGA PROKES: Antrean calon penumpang kereta api yang hendak menjalani tes rapid antigen di Stasiun Surabaya Gubeng. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

“Selama Nataru kami antisipasi penyebaran Covid-19. Sejak 24 Desember hingga saat ini masih banyak penumpang yang gagal berangkat karena tidak memenuhi persyaratan,” kata Luqman di Surabaya, Kamis (30/12).

Baca Juga :  Gugat Hak Rp 15,6 M Ditolak, Eks Direktur PT LG Ajukan Kasasi

Penumpang yang berangkat maupun datang di Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasar Turi naik dibandingkan dengan hari-hari biasa. Mulai 17 Desember hingga 30 Desember, Daop 8 mengakomod asi 300.888 orang. Penumpang masih didominasi KA lokal sebanyak 223.468 orang dan 77.420 penumpang KA jarak jauh.

“Rata-rata 21.492 orang per hari yang didominasi oleh pelanggan KA lokal sebanyak 15.962 orang dan KA jarak jauh sekitar 5.530 orang,” jelasnya.

Menurut dia, pada hari biasa di luar masa  Nataru, penumpang KA lokal hanya mencapai 12-13 ribu orang. Sedangkan penumpang KA jarak jauh 4-5 ribu orang. Adapun penumpang pada 30 Desember hingga 2 Januari saat arus balik, Luqman menyebut ada 39.451 penumpang dengan tujuan jarak jauh yang telah memesan tiket.

Baca Juga :  Polda Jatim Siap Amankan Penerapan PPKM di 11 Daerah

“Pastinya jumlah tersebut masih terus bergerak karena penjualan tiket masih berlangsung hingga saat ini,” ungkapnya.

Tujuan favorit masyarakat pada periode libur akhir tahun adalah Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Banyuwangi. “Meski begitu, kami tidak menambah jumlah KA mengingat ada pembatasan jumlah penumpang di dalam KA,” tuturnya.

Pihak KAI juga telah menetapkan tarif baru untuk layanan tes rapid antigen di stasiun. Sebelumnya Rp 45 ribu menjadi Rp 35 ribu. Tarif baru ini berlaku mulai 1 Januari 2022 di 11 stasiun wilayah Daop 8 Surabaya.

“Penyesuaian tarif rapid test antigen merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan di masa libur tahun baru 2022,” katanya. (rmt/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/