alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Kejahatan Konvensional Masih Dominan, Laporan Terselesaikan 48 Persen

SURABAYA-Polda Jawa Timur sepanjang tahun 2020 menerima laporan kejahatan kovensional sebanyak 20.665 kasus. Dari sekian ribu kasus tersebut diselesaikan 10.020 laporan atau sekitar 48 persen.

Sementara kejahatan transnasional, 2.109 laporan selesai 1.511 kasus. Untuk kekayaan negara terdapat 275 laporan dan selesai 170 laporan. Sedangkan untuk kontijensi 3 laporan dan selesai 1 laporan.

Untuk kasus narkoba pada tahun 2019 berhasil mengungkap 5.596 kasus dengan melibatkan 6.950 tersangka. Sementara tahun 2020, polisi berhasil mengungkap 5.484 kasus dengan melibatkan 6.782 tersangka.

Barang bukti kejahatan narkoba pada tahun 2020 yang diamankan terdapat sabu 323.593 gram, ekstasi 49.025 ribu butir, psikotropika 6.532 butir, obat daftar G, 14,9 juta butir, tembakau gorila 39.903 gram, minuman keras 8.714 botol, dan ganja 42.587 gram.

“Sementara untuk pekerjaan tersangka narkoba paling banyak swasta 3.938 orang,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, kemarin.

Tersangka wiraswasta terdapat 830 orang, buruh atau karyawan 590 orang, pengangguran 555 orang, petani atau nelayan, 246 orang, pedagang 142 orang, pelajar 99 orang, mahasiswa 95 orang, ibu rumah tangga 38 orang, TNI 1 orang, Polri 13 orang dan PNS 17 orang.

Selama tahun 2020, pelanggaran anggota Polri di Polda Jatim mengalami penurunan. Pada tahun 2019 terjadi sebanyak 619 pelanggaran. Rinciannya, pelanggaran disiplin 426 kasus, kode etik 170, dan pidana 19 kasus.

Pada tahun 2020, terjadi sebanyak 585 pelanggaran. Rinciannya, pelanggaran disiplin 377 kasus, kode etik 196 kasus, dan tindak pidana 12 kasus.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyatakan,terima kasih kepada masyarakat Jatim yang turut menjaga kamtibmas selama tahun 2020. Selain itu, jenderal polisi bintang dua itu juga berharap masyarakat tetap patuh protokol kesehatan. Pihaknya bahkan menyebut akan membubarkan kerumunan bila terjadi saat pergantian malam tahun baru nanti.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak keluar melaksanakan perayaan tahun baru. Kita ketahui bersama ada jenis baru covid banyak korban yang jatuh baik, TNI, Polri maupun tenaga kesehatan. Kami sendiri (anggota Polda) ada 62 orang yang meninggal dunia karena Covid,” tandasnya. (rus/rek)

 

SURABAYA-Polda Jawa Timur sepanjang tahun 2020 menerima laporan kejahatan kovensional sebanyak 20.665 kasus. Dari sekian ribu kasus tersebut diselesaikan 10.020 laporan atau sekitar 48 persen.

Sementara kejahatan transnasional, 2.109 laporan selesai 1.511 kasus. Untuk kekayaan negara terdapat 275 laporan dan selesai 170 laporan. Sedangkan untuk kontijensi 3 laporan dan selesai 1 laporan.

Untuk kasus narkoba pada tahun 2019 berhasil mengungkap 5.596 kasus dengan melibatkan 6.950 tersangka. Sementara tahun 2020, polisi berhasil mengungkap 5.484 kasus dengan melibatkan 6.782 tersangka.

Barang bukti kejahatan narkoba pada tahun 2020 yang diamankan terdapat sabu 323.593 gram, ekstasi 49.025 ribu butir, psikotropika 6.532 butir, obat daftar G, 14,9 juta butir, tembakau gorila 39.903 gram, minuman keras 8.714 botol, dan ganja 42.587 gram.

“Sementara untuk pekerjaan tersangka narkoba paling banyak swasta 3.938 orang,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, kemarin.

Tersangka wiraswasta terdapat 830 orang, buruh atau karyawan 590 orang, pengangguran 555 orang, petani atau nelayan, 246 orang, pedagang 142 orang, pelajar 99 orang, mahasiswa 95 orang, ibu rumah tangga 38 orang, TNI 1 orang, Polri 13 orang dan PNS 17 orang.

Selama tahun 2020, pelanggaran anggota Polri di Polda Jatim mengalami penurunan. Pada tahun 2019 terjadi sebanyak 619 pelanggaran. Rinciannya, pelanggaran disiplin 426 kasus, kode etik 170, dan pidana 19 kasus.

Pada tahun 2020, terjadi sebanyak 585 pelanggaran. Rinciannya, pelanggaran disiplin 377 kasus, kode etik 196 kasus, dan tindak pidana 12 kasus.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyatakan,terima kasih kepada masyarakat Jatim yang turut menjaga kamtibmas selama tahun 2020. Selain itu, jenderal polisi bintang dua itu juga berharap masyarakat tetap patuh protokol kesehatan. Pihaknya bahkan menyebut akan membubarkan kerumunan bila terjadi saat pergantian malam tahun baru nanti.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak keluar melaksanakan perayaan tahun baru. Kita ketahui bersama ada jenis baru covid banyak korban yang jatuh baik, TNI, Polri maupun tenaga kesehatan. Kami sendiri (anggota Polda) ada 62 orang yang meninggal dunia karena Covid,” tandasnya. (rus/rek)

 

Most Read

Berita Terbaru


/