alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, June 30, 2022

Cuma Setengah Jam di Jalan Kenjeran, Sudah Tilang 65 Kendaraan

Kesadaran untuk tertib berlalu lintas warga Surabaya masih minim. Terbukti dari hasil razia operasi Patuh Semeru yang dilakukan oleh Polsek Simokerto, Sabtu malam (28/4). Dalam waktu kurang dari setengah jam, polisi sudah menilang 65 kendaraan. Pelanggarannya pun beragam, mulai tak membawa STNK, SIM hingga tak mengenakan helm.

Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih itu dilakukan di Jalan Kenjeran. Setelah semuanya siap, polisi mulai menghentikan satu persatu kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Polisi memeriksa kelangkapan surat kendaraan dan juga SIM.

Tak hanya itu, polisi juga menggeledah tubuh dan jok motor. Sebab selain memberikan tindakan tilang bagi yang melakukan pelanggaran. Razia yang diikuti oleh belasan personil tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindak pidana curat, curas dan curanmor. Sajam dan narkoba juga menjadi atensi.

Meski tak menemukan adanya barang yang dilarang, namun polisi menilang sebanyak 65 kendaraan yang melintas di Jalan tersebut. Padahal, razia baru digelar beberepa menit. Selain itu, banyak kendaraan yang nekat putar arah lantaran takut dirazia.

“Kami terpaksa memberikan surat tilang lantaran mereka tak membawa kelengkapan saat berkendara. Mulai SIM, STNK hingga tak mengenakan helm,” ungkap Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih Minggu (29/4).

Masdwati juga menjelaskan, kebanyakaan mereka yang ditilang mengaku jika mereka lupa membawa kelangkapan itu. Adapula yang memang sengaja tak membawanya lantaran mereka hanya mengendarai motor tak jauh. Selain itu, lalu lintas juga sudah tak ramai.

“Namun apapun alasannya, kami tetap memberikan tindakan tilang. Agar mereka lebih tertib dan memintangkan keselamatan saat berkendara,” imbuhnya.

Masdawati mengatakan razia tersebut akan terus dilakukan untuk meminimalisir berbegai tindak kejahatan dan juga peredaran narkoba, khususnya di wilayah Simokerto. (yua/no)

Kesadaran untuk tertib berlalu lintas warga Surabaya masih minim. Terbukti dari hasil razia operasi Patuh Semeru yang dilakukan oleh Polsek Simokerto, Sabtu malam (28/4). Dalam waktu kurang dari setengah jam, polisi sudah menilang 65 kendaraan. Pelanggarannya pun beragam, mulai tak membawa STNK, SIM hingga tak mengenakan helm.

Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih itu dilakukan di Jalan Kenjeran. Setelah semuanya siap, polisi mulai menghentikan satu persatu kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Polisi memeriksa kelangkapan surat kendaraan dan juga SIM.

Tak hanya itu, polisi juga menggeledah tubuh dan jok motor. Sebab selain memberikan tindakan tilang bagi yang melakukan pelanggaran. Razia yang diikuti oleh belasan personil tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindak pidana curat, curas dan curanmor. Sajam dan narkoba juga menjadi atensi.

Meski tak menemukan adanya barang yang dilarang, namun polisi menilang sebanyak 65 kendaraan yang melintas di Jalan tersebut. Padahal, razia baru digelar beberepa menit. Selain itu, banyak kendaraan yang nekat putar arah lantaran takut dirazia.

“Kami terpaksa memberikan surat tilang lantaran mereka tak membawa kelengkapan saat berkendara. Mulai SIM, STNK hingga tak mengenakan helm,” ungkap Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih Minggu (29/4).

Masdwati juga menjelaskan, kebanyakaan mereka yang ditilang mengaku jika mereka lupa membawa kelangkapan itu. Adapula yang memang sengaja tak membawanya lantaran mereka hanya mengendarai motor tak jauh. Selain itu, lalu lintas juga sudah tak ramai.

“Namun apapun alasannya, kami tetap memberikan tindakan tilang. Agar mereka lebih tertib dan memintangkan keselamatan saat berkendara,” imbuhnya.

Masdawati mengatakan razia tersebut akan terus dilakukan untuk meminimalisir berbegai tindak kejahatan dan juga peredaran narkoba, khususnya di wilayah Simokerto. (yua/no)

Most Read

Berita Terbaru


/