alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Tiga Outlet Holywings di Surabaya Ditutup, Semua Karyawan Dirumahkan

SURABAYA – Pemkot Surabaya menutup sementara tiga outlet Holywings di Surabaya. Tindakan tersebut sebagai buntut dugaan penistaan agama. Holywings dianggap meresahkan masyarakat.

Satpol PP Kota Surabaya melakukan penyegelan sekaligus penghentian operasional Holywings Gold di Jalan Basuki Rahmat, Kertajaya, dan Pakuwon, Selasa (28/6) malam. Penyegelan dilakukan dengan penggembokan pintu utama serta penempelan stiker tanda silang.

Penghentian operasional tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2014 yang diperbarui Perda No 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Pada pasal 22 ayat 1 huruf b, disebutkan bahwa pelanggarannya adalah membuat sesuatu yang menimbulkan gangguan ketenteraman,” kata Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto, Rabu (29/6).

Eddy mengatakan, pihaknya juga tengah melakukan pengecekan izin usaha berdasarkan Perda Nomor 1 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Usaha di Bidang Perdagangan dan Perindustrian serta Perda Nomor 23 Tahun 2013 tentang Kepariwisataan.

“Kalau terjadi pelanggaran terhadap perizinan, maka pemerintah kota bisa melakukan pencabutan izin operasional Holywings,” tegas Edy.

Saat ini, satpol PP bersama dinas terkait tengah membahas perizinan Holywings. Petugas mengecek langsung ke tiga outlet Holywings di Kertajaya, Basuki Rahmat, dan Pakuwon. “Penyegelan dan penghentian sementara outlet Holywings sampai batas waktu yang belum ditentukan. Apabila ditemukan pelanggaran, izin usahanya bisa dicabut,” katanya.

Menurut Eddy, ada dua izin yang dikeluarkan untuk operasional Holywings. Pertama, izin restoran dan SIUP MB yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. Sedangkan kedua berupa izin bar dan diskotek yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Makanya, kita cek. Kalau kita meneliti izin yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. Izin dari pemprov nanti kita lakukan pengecekan apakah mereka punya atau tidak,” katanya.

Bagaimana dengan nasib pekerja Holywings di Surabaya? Eddy berharap pihak manajemen dapat memfasilitasi mereka. Pasalnya, penyegelan dan penutupan ini karena adanya pelanggaran perda. “Kalau pelanggaran sampai dua kali, ya, bisa langsung dicabut izin,” kata Eddy.

Sementara itu, Manajer Holywings Gold Taufik Ramadan mengaku tidak mengetahui outlet di Surabaya akan disegel. Taufik pun tak bisa berbuat banyak. Saat ini ada 30 karyawan yang bekerja di Holywings Gold. Akibat penutupanitu, semua karyawan harus dirumahkan. Begitu pula dengan dua outlet lainnya di kawasan Surabaya Timur dan Barat.

“Kalau memang ketiga outlet itu disegel, ya otomatis sama,” ujarnya. Taufik berharap, permasalahan yang menimpa Holywings segera diselesaikan. Pihaknya tidak melayangkan protes mengenai penyegelan outlet Holywings di Surabaya. (rmt/rek)

SURABAYA – Pemkot Surabaya menutup sementara tiga outlet Holywings di Surabaya. Tindakan tersebut sebagai buntut dugaan penistaan agama. Holywings dianggap meresahkan masyarakat.

Satpol PP Kota Surabaya melakukan penyegelan sekaligus penghentian operasional Holywings Gold di Jalan Basuki Rahmat, Kertajaya, dan Pakuwon, Selasa (28/6) malam. Penyegelan dilakukan dengan penggembokan pintu utama serta penempelan stiker tanda silang.

Penghentian operasional tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2014 yang diperbarui Perda No 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Pada pasal 22 ayat 1 huruf b, disebutkan bahwa pelanggarannya adalah membuat sesuatu yang menimbulkan gangguan ketenteraman,” kata Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto, Rabu (29/6).

Eddy mengatakan, pihaknya juga tengah melakukan pengecekan izin usaha berdasarkan Perda Nomor 1 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Usaha di Bidang Perdagangan dan Perindustrian serta Perda Nomor 23 Tahun 2013 tentang Kepariwisataan.

“Kalau terjadi pelanggaran terhadap perizinan, maka pemerintah kota bisa melakukan pencabutan izin operasional Holywings,” tegas Edy.

Saat ini, satpol PP bersama dinas terkait tengah membahas perizinan Holywings. Petugas mengecek langsung ke tiga outlet Holywings di Kertajaya, Basuki Rahmat, dan Pakuwon. “Penyegelan dan penghentian sementara outlet Holywings sampai batas waktu yang belum ditentukan. Apabila ditemukan pelanggaran, izin usahanya bisa dicabut,” katanya.

Menurut Eddy, ada dua izin yang dikeluarkan untuk operasional Holywings. Pertama, izin restoran dan SIUP MB yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. Sedangkan kedua berupa izin bar dan diskotek yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Makanya, kita cek. Kalau kita meneliti izin yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. Izin dari pemprov nanti kita lakukan pengecekan apakah mereka punya atau tidak,” katanya.

Bagaimana dengan nasib pekerja Holywings di Surabaya? Eddy berharap pihak manajemen dapat memfasilitasi mereka. Pasalnya, penyegelan dan penutupan ini karena adanya pelanggaran perda. “Kalau pelanggaran sampai dua kali, ya, bisa langsung dicabut izin,” kata Eddy.

Sementara itu, Manajer Holywings Gold Taufik Ramadan mengaku tidak mengetahui outlet di Surabaya akan disegel. Taufik pun tak bisa berbuat banyak. Saat ini ada 30 karyawan yang bekerja di Holywings Gold. Akibat penutupanitu, semua karyawan harus dirumahkan. Begitu pula dengan dua outlet lainnya di kawasan Surabaya Timur dan Barat.

“Kalau memang ketiga outlet itu disegel, ya otomatis sama,” ujarnya. Taufik berharap, permasalahan yang menimpa Holywings segera diselesaikan. Pihaknya tidak melayangkan protes mengenai penyegelan outlet Holywings di Surabaya. (rmt/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/