alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Tekan Kasus Pelecehan Seksual, Risma Ajak Masyarakat Proaktif

SURABAYA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi anak difabel yang menjadi korban pelecehan seksual di Tambaksari, Surabaya, Rabu (29/6). Soal pelecehan terhadap anak difabel, kasus di Surabaya bukan yang pertama menurut Risma. Ia menceritakan kejadian di daerah Sukabumi.

Pihaknya juga berharap masyarakat bisa proaktif memberikan perlindungan sekaligus pengawasan kepada korban termasuk lingkungan. “Yang paling penting adalah siapapun juga, yang ada di manapun kita harus bantu mereka anak-anak yang memang membutuhkan pertolongan kita,” imbau Risma.

Saat mengunjungi anak tersebut, Risma memberikan sejumlah bantuan. Ia juga berdialog dengan keluarga korban. Risma mengaku bahwa kejadian ini telah menjadi atensinya.

“Setelah kami dapat laporan, saya instruksikan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) yang kemudian sudah ditindaklanjuti. Hari ini saya ingin pastikan (keadaan korban), karena saya kebetulan ada acara di Surabaya sekalian mampir ke sini,” kata Risma.

Ia juga memberikan alat bantu dengar. Harapannya, korban yang diketahui tuna rungu ini bisa menirukan suara hingga berlatih berucap. Mengetahui perkembangan tersebut, Risma berencana memberikan pelatihan lanjutan. Tak sekadar melalui pemberian alat, namun juga dengan membawa korban ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso di Surakarta.

“Kami akan latih sampai 12 kali. Setelah itu, si anak ini akan kami minta ke Solo untuk kita training usaha supaya dia bisa untuk masa depannya,” tutur Risma.

Selain bantuan Kemensos, Pemkot Surabaya juga telah memberikan intervensi kepada korban. Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memberikan intervensi.

“Di antaranya, bantuan trauma healing dengan mendatangkan psikolog. Pemkot juga melakukan pendampingan,” kata Kepala Dinsos Kota Surabaya Anna Fajriatin.

Seperti diberitakan sebelumnya, anak perempuan difabel berusia 14 tahun di Surabaya disebut diperkosa oleh HA, 45, yang merupakan tetangga korban. Setelah menerima laporan tentang dugaan tindak pidana pemerkosaan pada 15 Juni 2022 lalu, pihak kepolisian pun kini telah mengamankan pelaku. (rmt/nur)

SURABAYA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi anak difabel yang menjadi korban pelecehan seksual di Tambaksari, Surabaya, Rabu (29/6). Soal pelecehan terhadap anak difabel, kasus di Surabaya bukan yang pertama menurut Risma. Ia menceritakan kejadian di daerah Sukabumi.

Pihaknya juga berharap masyarakat bisa proaktif memberikan perlindungan sekaligus pengawasan kepada korban termasuk lingkungan. “Yang paling penting adalah siapapun juga, yang ada di manapun kita harus bantu mereka anak-anak yang memang membutuhkan pertolongan kita,” imbau Risma.

Saat mengunjungi anak tersebut, Risma memberikan sejumlah bantuan. Ia juga berdialog dengan keluarga korban. Risma mengaku bahwa kejadian ini telah menjadi atensinya.

“Setelah kami dapat laporan, saya instruksikan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) yang kemudian sudah ditindaklanjuti. Hari ini saya ingin pastikan (keadaan korban), karena saya kebetulan ada acara di Surabaya sekalian mampir ke sini,” kata Risma.

Ia juga memberikan alat bantu dengar. Harapannya, korban yang diketahui tuna rungu ini bisa menirukan suara hingga berlatih berucap. Mengetahui perkembangan tersebut, Risma berencana memberikan pelatihan lanjutan. Tak sekadar melalui pemberian alat, namun juga dengan membawa korban ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso di Surakarta.

“Kami akan latih sampai 12 kali. Setelah itu, si anak ini akan kami minta ke Solo untuk kita training usaha supaya dia bisa untuk masa depannya,” tutur Risma.

Selain bantuan Kemensos, Pemkot Surabaya juga telah memberikan intervensi kepada korban. Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memberikan intervensi.

“Di antaranya, bantuan trauma healing dengan mendatangkan psikolog. Pemkot juga melakukan pendampingan,” kata Kepala Dinsos Kota Surabaya Anna Fajriatin.

Seperti diberitakan sebelumnya, anak perempuan difabel berusia 14 tahun di Surabaya disebut diperkosa oleh HA, 45, yang merupakan tetangga korban. Setelah menerima laporan tentang dugaan tindak pidana pemerkosaan pada 15 Juni 2022 lalu, pihak kepolisian pun kini telah mengamankan pelaku. (rmt/nur)

Most Read

Berita Terbaru


/